oleh

Kubu Jokowi Pusing Seribu Keliling Hadapi Jutaan Aktivis Medsos Non Mainstream Pendukung Prabowo-Sandi

Leaderboard_720x120

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti.
Ketua Pusat Komite Persatuan Nasional-Ganti Presiden (KPN-GP) 2019.

Dalam Pilpres 2019 yang akan digelar, media sosial menjadi ruang penting untuk memenangkan pasangan Calon Pemimpin Indonesia. Karena media sosial telah menjadi pilar ke 5 dalam demokrasi, yang terdiri dari eksekutif, legislatif, yudikatif, media massa dan media sosial.

Dan kondisi ini membuat Jokowi menjadi pusing seribu keliling menghadapi pasukan pendukung Prabowo-Sandi.

Dari angka 130 juta pengguna aktif media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp dan lain sebagainya, pendukung Prabowo-Sandi begitu mendominasi penggunaan media sosial (medsos).

Bahkan dalam survey dari salah satu lembaga survey besar beberapa waktu lalu, ditemukan pengguna medsos lebih banyak mendukung Prabowo atau kontra Jokowi.

Baca Juga :  Hikmah Reuni 212, Jika Negara Dan Islam Tegak

Dari kubu Jokowi kita bisa melihat kekuatannya hanya berkisar di lingkaran orang-orang itu saja yang kurang dari seratus orang. Hanya saja mereka menggunakan robot siber dan didukung jaringan Pemerintah dan Taipan. Mungkin juga mereka kelompok yang dibayar.

Sementara kekuatan medsos pendukung Prabowo-Sandi dibangun oleh spirit perlawanan untuk mengganti Presiden atau memenangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Spirit yang satu nafas untuk menyambut perubahan begitu massif dan diperkuat jutaan aktivis medsos.

Militansinya tidak diragukan. Ratusan aktivis medsos pendukung Prabowo-Sandi bahkan dipenjara dengan di kriminalisasi pelanggaran UU ITE, akan tetapi tertangkap ratusan tumbuh jutaan. Ngerrrriiii militansinya.

Leaderboard_720x120
Loading...

Baca Juga