oleh

LKMI PB HMI dan MN KAHMI Sikapi Kenaikan Iuran BPJS

SUARAMERDEKA.ID – Bakornas LKMI PB HMI bekerjasama dengan MN KAHMI menggelar diskusi dengan tema “Milenial Muslim Menyikapi Kenaikan Iuran BPJS”. Dalam diskusi tersebut yang menjadi panelis diantaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Prof. dr. Hasbullah, Direktur utama BPJS Prof. Dr. dr. Fahmi Idris dan Dr. Drs. Chazali H.

Dan pada diskusi ini terdapat 2 orang penanggap. Yaitu Direktur Bakornas LKMI PB HMI dr. Muh. Fachrurrozy Basalamah dan Ketua Lembaga Kesehatan MN KAHMI dr. Moh. Adib khumaidi, Sp.OT. Diskusi berlangsung ramai karna isu yang diangkat adalah isu yang menjadi polemik di masyarakat saat ini. Senin, (16/9/2019).

“Masalah di masyarakat sekarang hanya ingin BPJS ketika sakit, dan melupakan pembayaran tersebut ketika sehat. Selain itu banyak yang menghubungkan antara pelayanan kesehatan rumah sakit dengan BPJS, padahal pelayanan kesehatan rumah sakit bukan tanggungjawab BPJS, pelayanan tersebut tanggung jawab rumah sakit itu sendiri dan syarat standardisasi rumah sakit dari KEMENKES bukan BPJS,” ucap Fahmi selaku Direktur BPJS Kesehatan

Baca Juga :  Komnas Anak Sikapi Terbongkarnya Perdagangan Anak di Bogor

Oleh karena itu menurut Fahmi, penanganan masalah akut defisit BPJS tetap jadi tanggung jawab pemerintah dengan memberikan dana talangan. Untuk penangan jangka panjang seharusnya tetap mengedepankan rekomendasi dari DJSN.

Menurut dr Adib Khomaedi SpOT selaku ketua Lembaga Kesehatan Masyarakat MN KAHMI,program JKN bukan soal kenaikan iuran saja, karena usulan kenaikan iuran sudah disampaikan dari 3 tahun yang lalu. Yang paling penting adalah pembenahan sistem yaitu rules, structure dan institution. Iajuga menegaskan bahwa masalah kenaikan iuran juga harus sinergi dengan manfaat peserta sesuai nilai premi yang ditetapkan.

“Kami harap pemerintah memperhatikan hal-hal tersebut sebelum menaikkan iuran BPJS Kesehatan agar tidak ada pihak yang dirugikan dan Pemerintah harus mengkalkulasi kenaikan iuran BPJS dan segera menginstruksikan kepada BPJS kesehatan agar memperbaiki sistem manajeman menjadi lebih efisien dan lebih efektif” ujar dr Facrurrozy Basalamah Selaku Direktur Bakornas LKMI PB HMI.  (AMN)

Loading...

Baca Juga