oleh

Pergerakan Mahasiswa Harus Menjadi Sumbu Kedaulatan Rakyat dan Revolusi

Pergerakan Mahasiswa Harus Menjadi Sumbu Kedaulatan Rakyat dan Revolusi. Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti, Koper (Koordinator Pergerakan) Kedaulatan Rakyat 100% dan GBHN untuk Rakyat.

Setiap hari kaum intelektual mahasiswa dan aktivis pemuda bergerak dalam aksi demonstrasi.

Ini adalah arus gelombang perubahan rakyat yang bersifat nasional. Kaum mahasiswa dan aktivis pemuda datang dengan latar belakang ideologi dan gagasan pergerakannya, lintas keagamaan dan multi kultural. Namun tetap berdiri dalam kerangka kerakyatan, kebangsaan dan demokrasi Indonesia.

Tuntutan gerakan ini adalah penolakan terhadap agenda RUU (Rancangan Undang-Undang) dan Revisi atas RUU KPK, RKUHP, RUU Minerba, RUU PKS dan RUU Lembaga Pemasyarakatan, dan berbagai produk RUU lainnya.

Selain itu juga tuntutan atas kerusakan atau perusakan lingkungan hidup dan kejahatan kemanusiaan.

Hampir semua perlawanan dalam bentuk penolakan ini pada prinsipnya adalah bagian, cabang atau sektor-sektor dari fundamental tegaknya Kedaulatan Rakyat diatas sebuah Negara Republik Indonesia.

Baca Juga :  Mau Dilengserkan Atau Tidak, Hanya Jokowi Yang Tahu

Oleh karena itu gerakan ekstra parlementariat ini harus mengarah pada satu titik persatuan pergerakan. Yaitu Kembalinya Kedaulatan Rakyat. Inilah perubahan mendasar, fundamental dan kita sebut dengan nama REVOLUSI.

Revolusi bukanlah sekedar penggulingan kekuasaan atau kudeta (coup d’etat) massa. Akan tetapi revolusi adalah perubahan cepat kembalinya kedaulatan rakyat.

Sehingga aksi pergerakan ini harus menjadi pintu masuknya massa rakyat untuk masuk ke dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjadi Utusan-Utusan Rakyat di dalam. Dan tentu dengan tetap menjalankan praktek demokrasi.

Mosi tidak percaya pergerakan kaum mahasiswa dan pemuda ini pada kenyataannya merepresentasikan ketidak percayaan rakyat terhadap aktor-aktor negara yang berada di DPR dan Pemerintah. Sudah jelas aspirasi mahasiswa dan pemuda tidak menjadi penting bagi aktor-aktor Negara tersebut.

Baca Juga :  Prabowo Memang Harus Keras Soal Pertahanan, Opini Asyari Usman

Oleh karena itu, kami mengajak adik-adik untuk membawa arus pergerakan ini menjadi gerakan revolusioner. Yaitu revolusi yang bukan berarti negatif dalam praktek perjuangannya. Akan tetapi revolusi melalui jalan konstitusional.

Teriakkan Kedaulatan Rakyat 100% dan Kembalikan Hak Kepemilikan Rakyat atas Negara. Dan kita wujudkan bersama-sama.

Parlemen telah bersepakat untuk mengembalikan status MPR menjadi Lembaga Tertinggi Negara dan menerapkan GBHN kembali. Akan tetapi harus dilakukan oleh rakyat dalam manifestnya.

Dan ini gerakan mahasiswa dan pemuda ini telah menjadi pergerakan nasional intelektual yang siap membuka pintu masuknya rakyat ke dalam keputusan politik rakyat.

Loading...

Baca Juga