oleh

Logika Rakyat, Siswa STM SMA Lempari Gedung (Kata Gus Dur) Taman Kanak-Kanak

Logika Rakyat, Siswa STM SMA Lempari Gedung (Kata Gus Dur) Taman Kanak-Kanak. Oleh: Amrozi, Pemerhati Sosial.

Entah inisiatif awal dari siapa atau perwakilan darimana, yang jelas, Rabu (25/9/2019) siang menjelang sore siswa  STM dan SMA melempari gedung yang kata almarhum Gus Dur sih gedung Taman Kanak-Kanak (TK). Kalau lihat di TV, wajah siswa-siswa ini sangat ceria. Tidak ada ekspresi kemarahan di wajah mereka. Sangat tulus, sangat bersemangat.

Reporter media televisi pun mendatangi mereka. Kutipan bebas reporter yang mewawancarai siswa STM atau SMA.

T: Aspirasinya apa?

J: Tidak ada.

T: Pingin ketemu dengan Ketua Kelasnya?

J: Tidak.

T: Terus kenapa melempari gedung TK?

J: Iseng, main-main aja, diajak teman.

Jawaban yang aneh. Masa semua jawabannya gak jelas? Benarkah?

Kalau dilihat dari logika rakyat, jawaban itu adalah jawaban yang paling masuk akal. Paling jujur dan benar-benar menyuarakan aspirasi mereka, walaupun mereka sendiri ngomong kalau tidak ada aspirasi yang diusung.

Siswa STM SMA adalah anak-anak yang sudah matang, sudah dewasa. Dewasa? Ya, dewasa. Dewasa adalah tahu apa yang dilakukan dan bertanggungjawab atas apa yang diperbuat. Masuk akal kan.

Mereka datang tanpa ada alasan yang disembunyikan, sangat jujur dan sangat sadar saat ditanya reporter. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Yang benar itu orang yang berbicara jujur atau yang ditutup-tutupi? Tidak usah ditanya pasti sudah tahu jawabannya. Logika normal saja.

Baca Juga :  Misterius, Korban Terserempet Lokomotif Kereta Api Tewas Tanpa Identitas

Bandingkan dengan perilaku anak-anak TK. Walaupun waktu berangkat sekolah sudah dipesani tidak boleh bohong, tapi terkadang anak TK akan berbohong kepada siapapun agar keinginannya terpenuhi. Ngerti sendirilah anak kecil, mikir saja belum bisa. Kan sudah diingatkan Gus Dur.

Keahlian mereka adalah merengek hingga keinginannya bisa terpenuhi. Sabar berakting sampai orangtuanya kasihan atau paling tidak, daripada ribet ya sudah dipenuhi saja lah. Minta satu, dikasih, ya minta lagi. Wajar toh, lagi-lagi namanya juga anak kecil.

Minta mainan KPK. Sudah diingatkan kalau sebentar lagi mau lulus dari TK (kecuali yang minta ngulang sekolah di TK lagi), masih ngotot. Alasannya, mainan itu bukan untuk mereka. Untuk teman-temannya yang ingin main ke gedung TK. Untuk anak-anak yang mau masuk TK. Untuk kepentingan tata usaha, kepala sekolah, macam-macamlah.

Yang penting dikasih, itu yang penting. Masalah orang lain tidak bisa mengerti alasannya, itu bukan urusan anak-anak TK. Lha kok minta lagi? Logika anak TK, kalau dikasih pasti minta lagi. Sudah hukum alam kalau yang harus ngerti ya orang yang lebih dewasa tentunya.

Baca Juga :  Logika Rakyat: Yang Benar Itu Lockdown Apa Lock Dont? Opini Amrozi

Beda banget kan dengan siswa STM SMA. Mereka jujur, tidak pakai tedeng aling-aling. Tidak ada aspirasi, tidak ada tujuan. Kalau ingin main-main ya jawab saja apa adanya. Diajak teman ya bilang diajak teman. Iseng ya tidak usah malu-malu bilang iseng.

Mau ketemu ketua kelas? Buat apa? Memangnya ketua kelas anak-anak TK mau ngerti kalau mereka ngelakuin itu karena iseng? Diajak teman-teman? Pengen aja? Memangnya mereka sendiri pingin punya mainan padahal sebentar lagi lulus, alasannya apa coba?

Mending ingat saja kata-kata almarhum Gus Dur. “Ya biarin aja, gitu aja kok repot”.

Loading...

Baca Juga