oleh

Geruduk Kantor Radar Bogor, JIMI: PDIP Jangan seperti Teroris

Leaderboard_720x120

PolitikToday – Insiden penggerudukan dan kekerasan yang dilakukan ratusan kader PDI Perjuangan di kantor redaksi Radar Bogor, dikecam banyak kalangan. Mereka meminta Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian tegas mengusut tuntas aksi premanisme tersebut.

“Ini bentuk teror terhadap pers, partai politik jangan seperti teroris dong,” kata Ketua Umum Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) Don Zakiyamani dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2018).

“Anarkisme dan teror terhadap pers yang dilakukan kader PDIP bukan kali ini saja, sebelumnya juga dilakukan terhadap salah satu stasiun TV. Aneh bila pihak berwajib terus membiarkan partai berkuasa berbuat sesuka hati,” tambahnya.

JIMI menghimbau rakyat Indonesia agar tidak memilih partai yang bertindak anarkis. Pihaknya menilai sikap anarkis bukanlah cerminan parpol yang sehat, parpol harusnya menjadi contoh bagi rakyat dalam berdemokrasi.

“Kritikan harus dibalas dengan argumen bukan main hakim sendiri,” terang Don Zakiyamani menyayangkan.

Menurutnya, jika kejadian penyerangan seperti ini dibiarkan maka dikhawatirkan kebebasan berpendapat dan berserikat yang dijamin UUD 45 bakal lenyap.

“Kebebasan pers semakin terancam dan ini teroris yang sama menakutkan dengan bunuh diri. Bagaimana mungkin menjadi penafsir Pancasila bila anggota partainya bersikap tidak pancasilais,” ujar Don Zakiyamani.

Dikecam PWI

Sementara itu, PWI juga mengecam penggerudukan massa kader PDIP ke kantor Radar Bogor. Tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan prinsip penyelesaian sengketa pers yang demokratis.

“Tindakan penggerudukan dengan menggunakan kekerasan yang telah dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan PDIP Bogor Rabu, 30 Mei 2018 sangat disayangkan dan memprihatinkan. Tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip prinsip penyelesaian sengketa pers yang bermartabat dan demokratis,” kata Plt Ketum PWI Sasongko Tedjo, dalam keterangannya, Jumat (1/6/2018).

Sasongko menambahkan penggerudukan itu bertentangan dengan semangat menghadirkan tahun politik yang sejuk. PWI mengingatkan sengketa pers dapat diselesaikan melalui Dewan Pers. 

“PWI Pusat dapat memahami kekecewaan unsur PDIP Bogor terhadap pemberitaan Radar Bogor tentang kontroversi gaji Dewan Pengarah BPIP namun seyogyanya kekecewaan itu tidak diluapkan dengan tindakan main hakim sendiri. Tindakan ini sangat tidak produktif dan akan menjadi preseden buruk dalam kehidupan pers nasional secara keseluruhan. PWI Pusat menyarankan agar PDIP Bogor membawa masalah ini ke Dewan Pers,” terangnya.

Sasongko menambahkan pekerjaan pers dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Dia mengimbau agar Radar Bogor mengadukan penggerudukan tersebut ke Dewan Pers. Sasongko berharap agar kasus ini menjadi pelajaran agar kode etik jurnalistik tetap dikedepankan.

Massa kader PDIP menggeruduk kantor Radar Bogor karena protes atas pemberitaan sang Ketum Megawati Soekarnoputri. Berita yang disoal adalah tentang pemberitaan Megawati dengan judul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta’. 

(raf)

Baca Juga :  Himpunan Mahasiswa Islam dan Mabes Polri Gelar Diskusi Tangkal Hoax dan Radikalisme
Loading...

Baca Juga