oleh

Republik Indonesia Bab Dua/Pasca Jokowi (16): Dalang Segala Bencana (4)

Republik Indonesia Bab Dua/Pasca Jokowi (16): Dalang Segala Bencana (4). Oleh: Sri-Bintang Pamungkas, Aktivis.

Sakit Jokowi semakin parah, setelah berhasil menjadi presiden dan menjadi harapan RRC. Apalagi sesudah Ahok tersandung terjerumus, Joko menjadi satu-satunya harapan RRC. Maka dipaksakanlah 5 juta TKA berketrampilan tentara segera masuk Indonesia… Selanjutnya Jokowi harus menang periode ke dua agar 5 juta orang Cina bisa masuk lagi. Selanjutbya, Cita-cita melumat Indonesia tercapai… untuk membalaskan sakit hatinya tentara Tartar… dan Kubilai Khan!

Awalnya si Oey tua masih suka menengok Oroknya dengan. membawa berbagai macam mainan. Si Orok suka kalau Bapaknya itu datang… Lama-lama tumbuh rasa cinta yg berlebihan… Sebaliknya tumbuh rasa benci kepada Sang Ibu yg tidak bisa mengurus Oroknya sendiri… memberikan susunya pun tidak… mungkin pula susu tidak keluar karena terlalu belia menjadi Ibu…

Itulah mungkin yang disebut Sindroma Hearst: manakala seorang Korban pemerkosaan berbalik mencintai Pemerkosanya sendiri… Adalah Patricia Hearst, seorang gadis cantik anak seorang milyuner AS yang diculik Gang Perampok Bank, lalu diperkosa pimpinan Gang yang menjadikannya Gadis Piaraannya. Lama-lama Patricia jatuh cinta kepada Pemerkosanya lalu bersedia bersama-sama ikut merampok beberapa bank…

Jokowi jatuh cinta kepada Bapaknya dan memujanya… Tapi sekaligus membenci Ibunya… yang ketika masih belia pun sudi menyerahkan dirinya kepada Bapaknya… Jokowi menjadi terganggu jiwanya. Hampir semua remaja AS yang mengalami hidup seperti Jokowi, terganggu jiwanya dan menjadi tokoh penjahat… Membenci perempuan Yang Diperkosa, terlebih-lebih Ibunya sendiri, dan memuja habis si Pemerkosa laiknya seperti Pahlawan.

Setelah dewasa Jokowi mulai tahu apa itu Pribumi dan apa itu Cina pendatang. Sakit jiwanya membawanya kepada kecintaan kepada Cina, sebagai figur Bapaknya, dan kebencian kepada Pribumi yang digambarkan sebagai figur Ibunya. Bahkan ketika suara-suara bising di kepalanya hampir tak tertahankan, bisikan di dalam hatinya untuk menghancurkan Pribumi menjadi penawar bagi sakit kepalanya yang amat sangat… Dentuman palu godam berkali-kali dan suara bising di kepalanya itu ikut mereda!

Pergaulannya dengan para konglomerat Hitam dan Naga Sembilan yang memuja-mujanya dan membanjirinya dengan segala harta dan perhiasan yang tak ternilai itu membawanya kepada sumpah- serapahnya kepada Pribumi dan Islam… Tiada hasrat lain kecuali menghancurkan mereka… yang telah mengakibatkan dirinya celaka dan diperolok-olok: Cino Lolèng Bang Buntuté… olok-olok Cah Solo kepada mereka yang Sipit macam Cina…

Baca Juga :  Para Penunggang Kuda, Sebuah Opini Sri Bintang Pamungkas 

Setelah berkuasa, dendam kesumatnya itu berubah menjadi Iblis yang bengis yang menyatu di dalam tubuhnya. Republik Indonesia harus bisa dihancurkan dan berada di bawah kekuasaan Bangsa Cina: Jokowi berubah menjadi penjahat dan pengkhianat. Sifat Iblis yang pandai menggoda juga ditunjukkannya sehingga para jenderal, baik dari TNI maupun Polri serta Pribumi biasa banyak terjerat dalam pelukan dan cengkeramannya… menjadi Pengkhianat. Seolah-olah Jokowi adalah Satria Piningit yang akan membawa Indonesia kepada Era Adil dan Makmur…. Mereka membela Jokowi habis-habisan… dan bertekuklutut!

Berbagai konflik di masyarakat pun dibuat. Orang Islam dan Non-Islam diadu… Bahkan antara orang Islam sendiri pun diadu satu-sama-lain… Antara Pribumi dan para Pendatang, sekali pun sudah menjadi Warga Negara, dibuat bentrok pula… Bahkan antara sesama suku Pribumi… seperti bentrokan yang terjadi antara Suku Minang dan Suku Papua… Perang Saudara sebagai akibat kecurangan Pemilu dan Pemihakan Aparat Bersenjata Negara kepada Rezim, diawali oleh konflik-konflik kecil di atas sudah berpotensi untuk meletus…

Baca Juga :  Yasonna Laoly Dipukul KO, Ronny Sompie Terkapar. Opini Asyari Usman

Keadilan dan Kebenaran sudah dirongrong habis… Hukum sudah menjadi milik Rezim untuk menghukum dan memenjarakan siapa saja yang berbeda pendapat dengan Rezim… Bahkan mereka yang melawan, maka Polri tidak segan-segan mengirim mereka ke kamar jenazah… Enam sampai tujuhratus Petugas Pemilu yang tewas pun dibiarkan saja… tidak ada perintah penyelidikan… Bahkan ada larangan untuk melakukan otopsi… Belum lagi ratusan Pemuda dan Mahasiswa yang terbunuh oleh peluru-peluru Polri atau sekedar digebugi atau dimasukkan penjara, hanya karena menyampaikan pendapat berbeda.

Kemakmuran dan Kesejahteraan yang menjadi dambaan seluruh rakyat sejak kemerdekaan dan belum tercapai hingga kini, pun semakin dikoyak-koyak oleh kebijakan yang mendukung Hegemoni Cina-cina Mafia… Tidak hanya sekedar ylahan-lahan pertanian telah habis berpindah ke tangan Cina-cina Mafia Penguasa Industri… Tetapi sepetak tanah untuk penghunian pun telah habis digunakan membangun Pusat-pusat Perdagangan para Cina Konglomerat.

Indonesia terpaksa harus mengimpor hampir semuanya… dari tanaman pangan hingga barang-barang konsunen dan industri sampai Minyak Bumi dan primadona-primadona expor masa lalu. Tidak hanya akan kehabisan Dollar, tapi nilai Rupiah yang jatuh pun tidak bisa lagi ditolong oleh Utang Luar Negeri yang semakin menggunung dan tak terbayarkan. Lambat atau cepat perekonomian akan ambruk… tapi masih berkejaran dengan waktu tumbangya rezim oleh Gerakan Revolusi Rakyat…

Selain menghancurkan Lembaga Kepresidenan dengan perampokan uang negara lewat korupsi dan segala kekonyolan lain, Jokowi juga telah berhasil memporakporandakan Lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat dan Kekuasaan Peradilan… Indonesia akan segera runtuh dan menjadi jarahan Negara-negara Barat dan RRC… kalau sekiranya Jokowi tidak dijatuhkan segera! (habis)

Loading...

Baca Juga