oleh

Kejari Sorong Tetapkan Tersangka Kasus Proyek Normalisasi Sungai

SUARAMERDEKA.ID – Kejaksaan Negeri Sorong Provinsi Papua Barat, menetapkan dua tersangka dugaan korupsi normalisasi sungai Malawili Aimas, Kabupaten Sorong dengan kerugian negara 1,3 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Akhmad Muhdor mengatakan bahwa dua tersangka berinisial RS selaku Direktur Utama PT Papua Indo Mustika dan IK selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua Barat, Senin (7/10/2019).

Ia mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Kejaksaan Negeri Sorong menindaklanjuti laporan masyarakat. Laporan yang dimaksud adalah normalisasi Sungai Malawili Aimas Kabupaten Sorong yang dilakukan oleh Bidang Pengairan Dinas PUPR Provinsi Papua Barat.

“Proyek normalisasi Sungai Malawili tersebut bersumber dari Dana APBD tahun anggaran 2017 senilai 5 miliar lebih. Namun fisik proyek tidak sesuai dengan dokumen rencana anggaran biaya proyek pembangunan yang telah disepakati,” kata Akhmad Muhdor.

Baca Juga :  Mulyadi Golap Nilai Tuntutan JPU Terhadap Terdakwa Noval Ajuan Janggal

Lanjutnya, hasil perhitungan ahli konstruksi bangunan terhadap proyek normalisasi Sungai Malawili tersebut, kerugian yang dialami oleh negara mencapai 1,3 miliar. Oleh karena itu, keduanya ditetapkan sebagai tersangka guna proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sebagai ketentuan undang-undang korupsi.

Dikatakannya pula, penetapan kedua tersangka RS dan IK telah dilakukan dengan penuh hati-hati dengan tiga alat bukti yang kuat, yaitu dokumen proyek, keterangan saksi, dan pemeriksaan ahli konstruksi bangunan.

“Kami menetapkan kedua tersangka sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tutup dia. (OSB)

Loading...

Baca Juga