oleh

Ketua GAMKI Jawa Barat Menolak Natal Nasional 2019 Digelar di Bogor

SUARAMERDEKA.ID – Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi Jawa Barat (GAMKI Jawa Barat) Theo Cosner menolak acara Natal Nasional 2019 digelar di Bogor. Ia merasa prihatin karena kemegahan perayaan tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi

Menurut Theo, penyelenggaraan Natal Nasional hanyalah sebuah lips service dari pemerintah untuk menyenangkan umat kristiani saja. Hingga saat ini, Theo mengaku umat kristiani kerap mengalami persoalan intoleransi sampai sekarang belum juga bisa diselesaikan oleh pemerintah.

“Kita melihat bahwa banyak peristiwa intoleransi dan diskriminasi yang terjadi. Antara lain pelarangan pendirian rumah ibadah, perusakan rumah ibadah atau properti. Pelarangan terhadap ritual atau ceramah, atau pelarangan terkait kebudayaan etnis tertentu,” kata Ketua GAMKI Jawa Barat dalam pernyataannya, Selasa (17/12/2019).

Ia meminta aparat negara khususnya Kepolisian harus bertindak tegas terhadap tindakan persekusi ataupun intimidasi yang dilakukan oleh ormas atau individu tertentu. Menurutnya, negara harus membela hak beribadah dan memeluk agama setiap warga negara, sekecil apapun jumlahnya. Bukannya justru melakukan pembiaran terhadap ormas atau individu yang intoleran.

Baca Juga :  Rekaman Tersembunyi, Diduga Napi Pesta Narkoba Dalam Lapas Cipinang
“Natal Nasional ini jangan dilaksanakan hanya untuk menyenangkan hati masyarakat dan sekedar seremonial saja. Yang paling penting bagi setiap warga negara adalah kami bisa merayakan hari besar agama kami di rumah ibadah kami masing-masing, dengan aman, tenteram, dan lancar. Sayangnya, masih banyak jemaat gereja yang tahun ini tidak dapat merayakan Natal di gerejanya karena pelarangan, antara lain jemaat HKBP Filadelfia Bekasi, GKI Yasmin Bogor, GMI Kanaan Jambi, GSJA, dan HKI di Jambi,” sambung Ketua GAMKI Jawa Barat.

Karenanya, Theo Cosner selaku Ketua GAMKI Jawa Barat merasa tidak tepat jika perayaan Natal Nasional 2019 digelar di Bogor. Menurutnya, hati umat kristiani justru lebih sakit atas terselenggaranya acara tersebut di daerah mereka.

Baca Juga :  Apakah Survei Litbang Kompas Berpolitik.? Sebuah Opini Denny JA

“Kami dari GAMKI Jawa Barat mengapresiasi pelaksanaan Natal Nasional yang diputuskan diadakan di Bogor. Namun kami memohon kepada Ketua Panitia Natal Nasional Bapak Juliari Batubara untuk tidak melaksanakan Natal Nasional di Bogor pada tahun ini. Pilu hati kita, jika Natal Nasional dirayakan dengan gemerlap, namun beberapa kilometer dari lokasi, masih ada umat Kristen yang merayakan Natal di pinggir jalan karena rumah ibadahnya ditutup oleh pemerintah atas desakan ormas intoleran”. Tutup Theo (MIL)

Loading...

Baca Juga