oleh

Yayasan Celebes Gelar Bhakti Sosial Operasi Bibir Sumbing

SUARAMERDEKA.ID – Pemerintah Kabupaten Wajo bekerja sama dengan Yayasan Celebes (Cleft Centre dan Smile Train) melaksanakan operasi bibir sumbing dilaksanakan di RSUD Lamaddukelleng, kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (4/1/2020).

Kegiatan yang dipimpin oleh drg. Andi Tajrin M.Kes (K) merupakan rutinitas yang dilakukan oleh Yayasan Celebes. Kegiatan ini sebagai bagian dari pengabdian masyarakat dalam bentuk upaya kesehatan rehabilitatif.

Kegitan ini melibatkan dokter spesialis bedah mulut RSUD Lamaddukelleng dan RSGM UNHAS, dokter anestesi, dokter anak dan dokter gigi yang ada di kabupaten Wajo.

Ketua Panitia pelaksana yang juga Ketua PDGI Cabang Wajo sebagai panitia penyelenggara bhakti sosial operasi celah bibir dan celah langit-langit, drg. Andi Jasriani menyampaikan bahwa bhakti sosial ini akan dilaksanakan kurang lebih 2 hari yakni tanggal 4 -5 Januari 2020. Dari 28 penderita bibir sumbing yang mendaftar hanya sebanyak 15 orang yang dinyatakan lolos screening untuk dilakukan tindakan operasi. Pasien yang belum bisa dilakukan operasi adalah mereka yang didapatkan menderita batuk dan pilek pada saat pemeriksaan.

Baca Juga :  Dharma Pertiwi Purwokerto Gelar Ceramah Perempuan Sadar Vagina
Kegiatan operasi bibir sumbing ini terdiri atas anak-anak umur 7 bulan hingga 18 tahun. Sedangkan direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Hasanuddin, drg Andi Tajrin M.Kes.(K) menjelaskan faktor penyebab terjadinya bibir sumbing dan celah pada langit-langit.

“Meskipun bibir sumbing dan celah langit-langit adalah faktor bawaan. Tetapi kebanyakan terjadi akibat faktor asupan gizi yang kurang. Dan akibat kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi atau asam folat saat masih dalam kandungan ibunya,” ungkap direktur RSGM UNHAS Makassar.

Yayasan Celebes Gelar Bhakti Sosial Operasi Bibir Sumbing
Yayasan Celebes Gelar Bhakti Sosial Operasi Bibir Sumbing

Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, H.Amiruddin A.S.Sos.MM yang mewakili Bupati Wajo dalam kunjungannya di RSUD Lamadukelleng sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Wajo. Untuk tetap mewujudkan penyelenggaran kesehatan di semua lapisan masyarakat. Termasuk bhakti sosial ini yang tidak memungut biaya apapun pada pelaksanaanya. Kegiatan ini merupakan bagian upaya pemerintah memastikan standar pelayanan minimal bidang kesehatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelas H. Amiruddin A, S.Sos., M.M.

Baca Juga :  Logika Agama Tidak Semua Keyakinan Itu Benar, Sebuah Opini Subairi

Masyarakat Wajo sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan bhakti sosial ini,

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang terkait dalam kegiatan ini. Terutama perhatian pemerintah daerah Kabupaten Wajo dalam hal ini Bapak Bupati dan Wakil Bupati Wajo yang memfasilitasi kerja sama ini dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin. Semoga kegiatan sosial seperti ini akan terus ada untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat,” ungkap orang tua salah seorang pasien. (FAR)

Loading...

Baca Juga