oleh

Wanita Korban Miras di Situbondo Pernah Terlibat Obat Terlarang

Leaderboard_720x120

Situbondo – FK (26), wanita yang diduga menjadi korban miras oplosan di Situbondo, memiliki catatan kurang baik. Wanita asal Kecamatan Kendit itu dikabarkan pernah berurusan dengan polisi, terkait obat-obatan terlarang. Karena itu, polisi masih terus menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

“Infonya memang demikian, korban pernah ditangani masalah obat terlarang. Minum sih iya, tapi yang lain khan gak apa-apa. Makanya kemungkinan korban mengkonsumsi bahan yang lain, ini kan belum tahu. Masih diselidiki,” kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo, Sabtu (2/6/2018).

Nanang menyebutkan, awal korban dibawa ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo disebut-sebut habis menenggak minuman. Namun, pesta minuman jenis alkohol 70{dfbacf0cb7b0f3b6c3c02a62fc0743603c277f7add205165b38b8c3b84a50039} dicampur minuman berenergi itu, ternyata sudah dilakukan 4 hari lalu, sebelum korban mengeluh mual dan sesak nafas, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Karena itu, polisi menilai perlu didalami lagi terkait penyebab kematian korban tersebut.

Baca Juga :  Bupati Jepara Suap Hakim Agar Menang Praperadilan

“Sejak itu, info ini terus berkembang, mungkin karena takut. Termasuk tempat mereka minum, katanya sebagian bilang di rumah lah, ada juga yang di alun-alun lah, korban ini katanya juga penggemar obat double track lah dan sebagainya. Makanya sekarang semuanya terus didalami,” tandas Nanang.

Sebelumnya, korban pesta miras oplosan terus berjatuhan. Di Situbondo, satu orang tewas dan satu lagi dikabarkan kritis, usai merayakan ulang tahun dengan pesta miras oplosan. Korban tewas seorang wanita berusia 26 tahun berinisial FK, warga Kecamatan Kendit.

Dia menghembuskan nafas terakhirnya, setelah dibawa keluarganya ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Sementara korban dikabarkan kritis berinisial HD, warga Kecamatan Situbondo.

Baca Juga :  Jadi Pengedar Ganja, Dua Mahasiswa Mendekam di Polsek Kembangan

Namun informasi tersebut tidak sepenuhnya dibenarkan pihak kepolisian. Sebab, pesta miras disebut-sebut sudah dilakukan 4 hari sebelum korban tewas.

“Informasi itu masih terus diselidiki lagi. Sekarang anggota masih di lapangan. Karena ada kabar, pesta mirasnya itu sebenarnya sudah 4 harian lalu,” kata Iptu H Nanang.
(fat/fat)

Leaderboard_720x120
Loading...

Baca Juga