oleh

Kadin Galakkan Program UMKM Naik Kelas

SUARAMERDEKA.ID – Ketimpangan jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan pengusaha besar membuat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mencanangkan program UMKM Naik Kelas. Berdasarkan data BPS dan Kementrian Koperasi & UKM, bahwa 99,99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia Raden Tedy, UMKM naik kelas akan sulit terjadi apabila tidak mengerti dan membuat laporan atau catatan keuangan. Karenanya, UMKM perlu merencanakan usaha (business plan) dengan penetapan target agar naik kelas.

“Tidak semua mungkin tercapai dalam 1 tahun. Bisa jadi ada yang bisa naik kelas, dengan waktu diatas 1 tahun. Hal ini akan dapat di ketahui dari perencanaan usahanya. Memahami pembuatan laporan keuangan dan rencana usaha, merupakan dua hal yang cukup penting dalam menunjang program UMKM naik kelas,” kata Raden Tedy di kantor Kadin, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga :  Ada Upaya Penggembosan Prabowo Dibalik Peristiwa Ratna Sarumpaet

Lanjutnya, target pelaku UMKM untuk naik kelas adalah meningkatkan Omzet (penjualan) dan Asset. Untuk itu diperlukan penjualan yang meningkat sesuai targetnya. Raden Tedy menegaskan, penjualan dapat dilakukan secara offline maupun online. Maka pelaku UMKM memerlukan pengetahun tentang strategi penjualan Offline atauOnline (digital).

“Tidak sedikit pelaku UMKM kesulitan menjual produk karena faktor kualitas dan kemasan produknya. Maka kedua hal ini pun dibutuhkan oleh pelaku UMKM,” ujarnya.

Raden Tedy menambahkan, secara umum untuk menunjang Program UMKM Naik kelas, dibutuhkan berbagai pembinaan dan pendampingan.

“Kadin Indonesia dibawah kepemimpinan Eddy Ganefo sebagai ketua umum, telah menyiapkan semua program pendukung UMKM Naik Kelas secara nasional,” tutupnya. (AMN)

Loading...

Baca Juga