oleh

Perempuan Milenial Indonesia Menolak Pelibatan Ibu-Ibu Dalam Politik Praktis

Raja Ampat 720

SUARAMERDEKA – Perempuan Milenial Indonesia (PERMISI), melakukan aksi simpatik dalam menanggapi isu perpolitikan nasional yang coba melibatkan kaum Ibu “Emak-emak” sehingga harus meninggalkan tugas utama dan mulia. Dimana yang sudah kita sepakati bersama bahwa dalam dunia perpolitikan, Etika yang baik sangatlah diperlukan.

Salah satunya isu harus mundurnya presiden ketika mencalonkan lagi inikan pertanyaan yang sudah berulang-ulang dan sudah sering dijawab.

Melihat kondisi perpolitikan nasional hari ini coba menggerakkan seluruh elemen Bangsa untuk terlibat secara masif. Sangatlah tidak etis ketika ada penggiringan kelompok Ibu-ibu “emak-emak”.

Berdasarkan tela’a diatas kami dari PERMISI “Perempuan Milenial Indonesia”, menyatakan sikap yaitu, Presiden Jokowi tidak harus mundur, cukup dengan cuti kampanye sesuai UU Nomor.7 Tahun 2017, Menolak melibatkan Ibu “Emak-emak” kami dalam mobilisasi dan keterlibatan politik praktis pada pemilu Pilpres 2019.

Bupati Manokwari

Mendesak Bawaslu untuk mengawasi dan menindak oknum lembaga politik yang tidak santun dan patuh pada peraturan serta perundang undangan, menggunakan politik indentitas seperti Hastag 2019GantiPresiden, dan Menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan menjelang pesta demokrasi pemilu 2019.

Baca Juga :  Ananda: Bawaslu Harus Mengawasi Dari Oknum Serta Lembaga Politik

Salah satu perwakilan dari PERMISI akhirnya diterima oleh pihak Bawaslu beserta Humas guna menyampaikan aspirasinya sekitar pukul 11.00 Wib.

Tiga orang anggota Bawaslu yaitu Ibu Faradina, Ibu Nurmala, dan Ibu Tiwi.

Nanda Koordinator Nasional mengatakan,” kami menolak kaum Ibu (emak-emak) dalam memobilisasi dan keterlibatan politik praktis Pilpres 2019,” tegasnya Rabu (12/09/2018). (DDR).

Loading...

Baca Juga