oleh

Eksekusi Lahan di Desa Rogojampi Banyuwangi Diwarnai Hujan Tangis

SUARAMERDEKA.ID –  Eksekusi lahan beserta bangunan rumah di ligkungan Concrong, Desa Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, Kamis, (20/2/2020) diiringi tangisan dan derai air mata penghuni. Alat besar buldoser tetap melangkahkan tangan besinya untuk meluluh ratakan bangun megah.

Kuasa hukum penggugat, Wahyu Mustarianto, SH, MH, dihadapan media saat eksekusi berjalan, mengatakan kalau sebelum dilakukan eksekusi, penggugat sudah melakukan pendekatan. Kliennya berharap agar pihak yang menempati atau tergugat mau berdamai. Dari beberapa orang yang menempati, ada dua orang yang berdamai.

”Karena tidak ada respon terhadap perdamaian yang kita tawarkan, terpaksa pihak kami melakukan eksekusi pengosogan. Dalam eksekusi hari ini ada kurang lebih 6 rumah yang dikosongkan. Kompensasi yang kita tawarkan itu jika mereka mau membongkar dan mengeluarkan barang- barang sendiri. Dann ternyata sampai hari ini tidak ada yang membongkar dan mengeluarkan barangnya sendiri,” jelas Wahyu.

Baca Juga :  Nanang Slamet Sikapi Kemelut Paska Pilkades Grogol Banyuwangi
Eksekusi Lahan di Desa Rogojampi Banyuwangi Diwarnai Hujan Tangis
Kuasa Hukum Penggugat. Wahyu. M. SH. MH.

Secara terpisah, Totok Sukamto S.H, penasehat hukum tergugat ditemui suaramerdeka.id, di Balai Desa Rogojampi mengku kekecewa dengan eksekusi lahan tersebut.

”Saya sangat kecewa sekali dengan putusan Pengadilan dan melakukan eksekusi lahan. Karena mulai putusan Pengadilan Negeri tidak sesuai dengan gugatan yang digugat oleh penggugat dengan luas tiga ribu sekian. Akan tetapi putusan dari pengadilan itu melampaui gugatan. Dari putusan Pengadilan Negeri itu 6.200 meter seharusnya sesuai gugatan yaitu 3.450 meter,” ucap Totok.

Lanjut Totok, yang digugat dalam perkara tersebut adalah persil nomor 98 sedangkan yang diputusan pengadilan persil 97. Karena itu ia merasa eksekusi yang diadakan antara amar putusan dan gugatan tidak sesuai.

Baca Juga :  LASKAR Minta Tempat Hiburan Malam di Banyuwangi Pasang CCTV
Eksekusi Lahan di Desa Rogojampi Banyuwangi Diwarnai Hujan Tangis
Eksekusi saat dilakukan tanpa perlawanan.

Kemudian dari Pengadilan Tinggi (PT) itu tetap luasnya 3.450 meter kelas D 4 ternyata putusan dari PT itu S 2. Jadi antara putusan PN, PT dan Mahkamah Agung ( MA) pun juga beda.

“Setelah kita telusuri objek yang disengketakan ini sudah terbit sertifikat dengan nomor SHM 231 dan 232 inipun sudah ada bukti dari kantor pertanahan,” tutupnya.

Sengketa ini sudah berjalan sejak tahun 2003 dan Putusan Mahkamah Agung untuk kasasi itu tahun 2013. Sisa ini sekitar 8.000 meter persegi. Eksekusi lahan ini sempat tertunda empat kali penundaan. (BUT)

Loading...

Baca Juga