oleh

Program Khusus Telkomsel Cirebon Rugikan Pelanggan?

SUARAMERDEKA.ID – Program khusus yang ditawarkan Telkomsel Cirebon kepada pelanggan wilayah tersebut menuai keluhan dari pelanggan. Pasalnya, paket program yang ada tidak sesuai dengan yang didapat oleh pelanggan.

Demikian dikatakan Inus, seorang Senior Marketing Eksekutif di sebuah perusahaan distributor alat kesehatan yang ada di Cirebon. Sebagai seorang pelanggan, ia merasa dirugikan oleh program khusus yang ditawarkan Telkomsel Cirebon.

Inus menceritakan, pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2020 ia akan membeli paket data dari aplikasi my Telkomsel. Dari aplikasi tersebut, ia mendapati ada penawaran berupa penawaran paket yang menurutnya menarik. Karena merasa paket tersebut menguntungkan baginya, akhirnya Inus membeli paket tersebut pada hari itu juga pukul 13.59 WIB.

“Kebetulan tanggal itu (18/2/2020-red) paket data saya mau habis. Jadi saya buka aplikasi My Telkomsel. Di sana ada penawaran paket combo 2 GB plus 15 GB lokal plus 2 GB OMG! plus 300 menit Tseldan 100 SMS. Paket itu berlaku selama 30 hari dengan harga 91 ribu,” kata Inus saat dihubungi via WA voice, Selasa (25/2/2020).

Keesokan harinya (19/2/2020), saat ia menggunakan paket data lokalnya, ia mendapati jaringannya tidak tersambung. Kondisi ini terjadi sampai hari Minggu (23/2/2020).

Baca Juga :  Bea Cukai Bahas Rencana Penyusunan Buku Tarif ASEAN Tahun 2022

Pada Senin (24/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB Inus kemudian mendatangi Grapari Telkomsel Cirebon yang ada di Cirebon Super Block Mall. Menurut penuturan Inus, costumer service (CS) menjelaskan bahwa kuota 15 GB lokal hanya bisa dipergunakan di wilayah dimana pelanggan membeli paket tersebut.

“Kata CS Grapari Telkomsel Cirebon, saya nge-klik beli paket tersebut di Sindang Laut Indramayu. Jadi untuk 15 GB lokalnya hanya bisa digunakan di Indramayu saja,” ujarnya.

Lanjutnya, kepada CS yang bertugas, Inus menjelaskan bahwa saat ngeklik paket itu dirinya berada di Cirebon. Ia menjelaskan kepada CS tersebut bahwa perusahaan tempatnya bekerja mengharuskan dirinya mengupdate keberadaannya setiap kali melakukan kunjungan ke konsumennya. Inus menegaskan, share location setiap kunjungan adalah bukti otentik kepada perusahaan bahwa kunjungan yang dilakukan adalah benar.

“Saya itu harus nge-share loc setiap kunjungan ke konsumen kami. Jadi perusahaan saya tahu persis posisi saya dimana. Dari laporan kunjungan saya ke konsumen perusahaan saya dan jam pada saat saya nge-klik paket Telkomsel itu kan sudah ketahuan posisi saya dimana.

Berdasarkan daftar kunjungan yang ditunjukkan Inus, pada tanggal 18 Februari 2020 pukul 12.41 WIB ia berada di sekitar RSU Medimas Cirebon. Di hari yang sama pada pukul 15.56 WIB, Inus sedang berada sekitar RS Permata Cirebon.

Baca Juga :  Komite Pedagang Pasar Kunjungi Ketua Umum Asparindo

“Waktu saya ceritakan posisi tersebut, CS-nya kemudian masuk ke dalam ruangan. Sekitar 5 menit kemudian CS itu kembali dan menegaskan ke saya bahwa berdasarkan data komputer mereka, saat nge-klik itu posisi saya di Sindang Laut Indramayu. Jadi kuota 15 GB lokal itu hanya bisa dipakai di Indramayu,” katanya.

Inus menambahkan, merasa komplainnya ke Grapari Telkomsel Cirebon tidak ditanggapi dengan baik, ia mengaku menghubungi salah satu temannya yang menjadi manager di Telkomsel yang berada di luar wilayah Cirebon. Dari temannya, Inus mendapat informasi bahwa program tersebut adalah program khusus Telkomsel wilayah kerja Cirebon, bukan program Telkomsel secara nasional.

“Terus terang saya merasa dirugikan oleh program khusus Telkomsel wilayah kerja Cirebon karena kondisi ini. Saya jadi tidak bisa memakai kuota yang 15 GB lokal hanya karena data Telkomsel Cirebon dengan kenyataan yang ada itu berbeda. Saya tidak menyangka paket yang saya ambil ternyata lebih ribet daripada paket-paket yang saya pakai sebelumnya,” tutur Inus. (OSY)

Loading...

Baca Juga