oleh

Baranusa Minta Gaji Eksekutif dan Legislatif Dialihkan Untuk Lawan Corona

SUARAMERDEKA.ID – Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) meminta agar gaji Eksekutif mulai dari Presiden, Menteri, Kepala daerah dialihkan untuk biaya penanganan Covid-19. Demikian pula untuk gaji Legislatif mulai dari Anggota DPR RI serta DPRD di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan mengatakan menyebarnya virus yang berasal dari China tersebut kian mengkhawatirkan. Ditambah dampak krisis ekonomi yang telah membuat masyarakat menjerit akibat melambungnya harga kebutuhan pokok ini tidak bisa lagi dianggap main-main. Adi juga meminta agar seluruhnya pejabat pemerintah bersatu dan meningkatkan kinerjanya dalam menangani masalah ini.

“Untuk melawan virus ini tidak butuh biaya yang sedikit. Apalagi dampaknya bukan cuma pada kesehatan. Tapi pada ekonomi rakyat juga. Nah, kalo negara kekurangan biaya saya kira gaji pejabat-pejabat seperti anggota dewan, Presiden, para menteri dan kepala daerah itu harus berani dialihkan. Ini semua kan demi kepentingan negara dan menyelamatkan rakyatnya,” ujar Adi di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Baca Juga :  TNI AD Akan Rekrutmen Prajurit Sebanyak 17.264 Orang
Menurutnya, gaji eksekutif dan legislatif tersebut tidaklah membuat pemerintah rugi jika dialihkan untuk melawan Covid-19 dan krisis yang dialami Indonesia saat ini. Sebab, kata Adi, kehilangan gaji 2-3 bulan tidak akan membuat para pejabat tersebut jatuh miskin terlebih di tengah hidup mereka yang sudah bergelimang harta.

“Jika dialihkan juga hidup mereka gak bakal miskin, wong mereka kaya raya semua kok,” kata Adi.

Lebih lanjut, pihaknya juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera menghentikan pembangunan ibukota baru beserta Mega proyek lainnya. Sebab, kata dia, proyek tersebut sangat memakan anggaran yang tidak sedikit dan sangat menguras keuangan negara. Selain itu, lanjut Adi, saat ini proyek tersebut juga dinilai tidak memiliki dampak besar bagi pembangunan negara di tengah pasang surutnya perrtumbuhan ekonomi terlebih krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini. Ia menyarankan agar anggaran ibukota baru tersebut juga ikut dialihkan untuk menyelamatkan kondisi rakyat dari wabah virus Corona dan dampak krisis ekonomi yang sedang Melanda Indonesia.

Baca Juga :  AKP Sulman Azis Berbohong, Harus Dihukum Berat, Opini Asyari Usman

“Dalam situasi terdesak kali ini, Presiden Jokowi harus dengar masukan dari berbagai aspek. Sebab, untuk melawan masalah ini tidak bisa dilakukan dengan sendiri-sendiri. Dan saran kami, stop pembangunan ibukota baru dan fokus selamatkan kesehatan rakyat dan ekonomi negara,” tandasnya. (AMN)

Loading...

Baca Juga