oleh

Lawan Covid-19, Solidaritas Masyarakat Minta Penangguhan Penahanan Penghuni Rutan Bareskrim Polri

SUARAMERDEKA.ID – Gerakan Solidaritas Masyarakat untuk Penangguhan Tahanan dan Melawan Corona meninta agar penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri diberikan penangguhan penahanan. Mereka meminta persamaan hak sebagaimana dibebaskannya 30 ribu narapida berdasarkan SK Menkumham Yassona Laoly terkait penyebaran covid-19.

Berdasarkan pernyataan bersama yang diterima suaramerdeka.id, Selasa (7/4/2020) malam, pernyataan bersama ini ditandatangani sekitar 25 gerakan/organisasi/lembaga. Diantaranya Lokataru Fondation, UNWCI-Indonesia, Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI), LBH Kobar dan LBH GPI. Pernyataan bersama ini juga ditandatangani oleh sejumlah aktivis/ tokoh nasional/masyarakat. Diantaranya, Nelly Rosa Y. Siringo Ringo, Haris Azhar, Ahmad Dani, Buni Yani dan Sri-Bintang Pamungkas. Koordinator gerakan ini adalah Nelly Rosa Siringo Ringo yang juga Koordinator Korban JAKI.

Dalam pernyataan bersama disebutkan, kondisi penghuni rutan dalam penyebaran Covid-19 harus menjadi perhatian terpenting Pemerintah saat ini. Hal ini melihat keadaan Rutan yang tidak memenuhi syarat jalannya keputusan Presiden tentang Darurat Kesehatan dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Dimana salah satunya adalah tentang jarak interaksi antar persona. Kamar Rutan yang berhimpit- himpitan tempat tidur dan dihuni hingga belasan orang sangat berpontensi mengancam penyebaran virus Corona yang begitu besar. Oleh karena itu diperlukan upaya dari Pemerintah, dalam hal ini Kejaksaan Agung dan Kepolisian untuk dapat menangguhkan penahanan secara massal.”

Baca Juga :  Diduga Data Calon Penerima BLT di Dinas Sosial Wajo Tak Valid

Dijelaskan pula, Menkumham melalui Surat Keputusan Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 Tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan, dan penanggulangan penyebaran Covid-19, telah membebaskan puluhan ribu Narapidana untuk kepentingan memerangi Covid-19.

“Para Tahanan merupakan Rakyat Indonesia yang memilik Hak Asazi Manusia sama dengan Rakyat pada umumnya. Termasuk untuk mendapatkan Hak Asazi Manusia yang paling utama dan tertinggi, yaitu hak untuk hidup.”

Berkaitan dengan pandemi Covid-19, gerakan ini mengingatkan bahwa kehidupan para tahanan merupakan tanggung jawab kolektif Rakyat dan Negara, untuk menghindari penyebaran Corona yang menghasilkan kematian massal dalam satu locus. Ditegaskan pula, Prinsip Kemanusiaan, merupakan dasar hukum tertinggi sesuai Dasar Negara, Pancasila Sila ke-2 yang berbunyi Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

“Sehingga berbicara masalah Hukum dalam situasi darurat Corona ini, tentu tindakan Hukum harus dipandang dan dilakukan tidak seperti penindakan Hukum dalam keadaaan normal biasa. Supremasi Keadilan saat ini yang paling mendesak adalah ditegakkannya Supremasi Kemanusiaan.”

Baca Juga :  Tuhan Kirim Corona Untuk Arogansi Jokowi. Opini Djoko Edhi

Untuk menjalankan praktek Supremasi Kemanusiaan dalam darurat Covid-19, menurut gerakan ini mendorong penangguhan penahanan secara massal. Tidak bisa dilihat dari subyek kasus per kasus maupun tingkat tinggi rendahnya masa hukuman yang menimpa tersangka di dalam Rutan. Terlebih untuk tahanan yang masih berstatus tersangka. Sehingga dapat ditangguhkan penahanannya sesuai mekanisme Hukum yang berlaku.

Ditegaskan pula, keselamatan nyawa manusia yang sebesar-besarnya menjadi tujuan Supremasi Kemanusiaan saat ini. Inilah hukum dan prinsip yang tertinggi, menurut gerakan ini, yang harus dimenangkan dalam perang melawan Corona secara bersama.

“Oleh karena itu atas nama Kemanusiaan, kami dari Masyarakat Indonesia, menegaskan “Solidaritas Penangguhan Penahanan untuk Tahanan di Rutan Bareskrim demi melawan Covid-19″. Melalui solidaritas ini, Kami mendesak ke Kapolri dan Jaksa Agung untuk segera memberikan penangguhan penahanan kepada Seluruh Tahana yang ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri, baik yang masih menjadi tahanan Polri, maupun yang sudah menjadi Tahanan kejaksaan Agung.”

Gerakan ini juga mengajak masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan secara daring melalui change.org. Hingga berita ini diturunkan, 198 orangtelah ikut berpartisipasi. (OSY)

Loading...

Baca Juga