oleh

Optimisme Rossi di Mugello dan bantahan Lorenzo

Leaderboard_720x120

Sirkuit Mugello di Scarperia, Italia, kerap disebut sebagai “rumah kedua” bagi pebalap kesayangan penggemar MotoGP di negeri itu, Valentino Rossi. Ia pernah tujuh kali beruntun menjadi juara di sirkuit yang pertama kali menjadi tuan rumah Grand Prix pada 1976 itu.

Pada setiap penyelenggaraan MotoGP di sirkuit ini, kita bisa melihat ribuan penggemar mengangkat bendera atau memakai aksesori berwarna kuning dengan sablon nomor 46, angka yang dipakai Rossi pada balapan tersebut.

Namun, sejak tujuh kemenangan beruntun tersebut–terakhir pada 2008–pebalap Movistar Yamaha itu belum pernah lagi mengangkat trofi juara di Mugello.

Kini ia pulang ke rumahnya itu dan, pastinya, bakal berupaya keras untuk mengakhiri masa paceklik tersebut.

Tak mudah memang, karena setelah lima seri MotoGP 2018 berlalu, Yamaha YZR-M1 yang dikendarainya tampak masih lebih lambat dibandingkan dua pesaing utamanya, Honda dan Ducati. Bahkan kadang tampak tak segarang M1 yang dipacu Johann Zarco, pebalap tim satelit Monster Yamaha Tech 3.

The Doctor–julukan Rossi–baru dua kali naik podium pada musim ini, keduanya peringkat ketiga di GP pembuka di Qatar dan dua pekan lalu di Le Mans, Prancis.

“Mugello adalah akhir pekan yang istimewa untuk saya dan semua pebalap asal Italia. Ini adalah GP Italia bersejarah bagi MotoGP,” kata Rossi dalam konferensi pers di Mugello, Kamis (31/5/2018).

“Treknya fantastis, salah satu yang terbaik, dan atmosfernya, khususnya pada Minggu, amat istimewa.”

Pebalap berusia 39 tahun itu menyatakan optimismenya juga muncul karena kali ini ia datang ke sirkuit dengan kondisi sehat dan baru saja naik podium di Prancis. Tahun lalu Rossi mengalami kecelakaan motocross sebelum balap di Mugello. Ia sembuh pada waktunya dan ikut membalap, tapi hanya finis di posisi keempat.

“Jadi kita lihat tahun ini! Di Le Mans itu adalah podium yang bagus, tetapi (Mugello) selalu jadi lintasan yang bagus bagi Yamaha dan kami harus memahami potensi kami di sini,” tuturnya.

Baca Juga :  Motocross and Grastrack Jawa Bali 2018 Trophy Ketua DPRD Banyuwangi

Walau demikian, Rossi menyatakan performa motornya masih terbilang buruk saat tes di Mugello beberapa pekan lalu. Ia berharap mereka bisa memperbaiki kekurangan tersebut pada akhir pekan nanti.

Saat ini Rossi berada di posisi keempat klasemen pebalap dengan 56 poin, agak jauh tertinggal dari pemimpin klasemen Marc Marquez yang telah mengumpulkan 95 poin.

Mugello adalah tempat yang tepat untuk mengurangi jarak tersebut. Pasalnya, prestasi Marquez di sirkuit ini terbilang kurang baik. Pebalap Repsol Honda itu baru sekali menjadi juara di Mugello pada 2014 dan tahun lalu ia hanya finis di peringkat keenam.

Tetapi, pada sesi tes beberapa pekan lalu, menurut Marquez dalam wawancara dengan Fox Sports, Honda RC213V lari amat cepat di Mugello.

“Kami melakukan tes di Mugello sebelum GP Prancis dan kami bisa memacu motor dengan cepat dan amat konsisten. Hal itu tentu saja bagus, tetapi kita harus selalu menunggu dan melihat situasi apa yang dihadapi menjelang lomba,” paparnya.

Pebalap lain yang difavoritkan menjuarai GP Italia, tentu saja, juara tahun lalu, Andrea Dovizioso. Apalagi, Mugello juga bisa dibilang sebagai tempat dilahirkannya Desmosedici GP18 yang digeber Dovizioso musim ini.

Kegagalan untuk menambah poin pada dua GP terakhir juga bisa menjadi pengerek motivasi untuk mencapai hasil terbaik di tanah kelahirannya sendiri.

Akan tetapi, Dovizioso menyatakan GP18 tidak akan sedominan musim lalu di trek tersebut.

“Saya pikir tahun ini hampir semua telah mendekati tenaga (motor) kami. Saya pikir kami masih punya keunggulan, tetapi lebih kecil dibandingkan tahun lalu,” jelas Dovizioso kepada Crash.net.

Baca Juga :  PT Siba Surya Beli 200 Unit Mercedes-Benz Axor 4928 T

“Dalam dua balapan terakhir, sayangnya, kami mendapat nol poin tetapi kami menunjukkan kecepatan yang amat penting untuk bertarung di kejuaraan ini. Kami sadar bahwa kami harus mendapat lebih banyak poin dan itu tak mudah karena level para pebalap sangat tinggi.”

Lorenzo tak pensiun tahun depan

Sementara itu, Jorge Lorenzo membantah kabar bahwa ia akan pensiun usai musim ini, menyusul pertikaiannya dengan bos Ducati.

Kabar itu meruap ketika CEO Ducati, Claudio Domenicali, menyatakan bahwa investasi besar mereka untuk merekrut Lorenzo dari Yamaha ternyata tak berbuah manis.

“Lorenzo adalah seorang pebalap hebat yang belum juga berhasil mengeluarkan yang terbaik dari motor kami, sebuah motor yang punya banyak kekuatan dan beberapa kelemahan,” kata Domenicali, dinukil Motorsport.com.

“Sayangnya, baik dia atau para teknisi gagal mengeluarkan bakat hebatnya. Ini adalah sedikit kepahitan yang tersisa.”

Lorenzo baru tiga kali naik podium dalam satu setengah tahun terakhir bersama Ducati dan belum pernah juara GP.

Juara dunia MotoGP tiga kali bersama Yamaha itu menyatakan tak mau mengomentari ucapan sang bos, tetapi menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar pebalap yang hebat, tapi juga seorang juara.

Kontan adu mulut tersebut menerbitkan kabar bahwa ini adalah musim terakhirnya bersama Ducati. Kabar soal kemungkinan pensiun pun merebak.

“Saya takkan pensiun. Dan saya akan bersama motor yang bagus. Hanya itu yang bisa saya katakan,” tegas pebalap berusia 31 tahun itu, dikutip news.com.au.

Kabarnya, jika benar ia keluar dari Ducati, Suzuki bersedia untuk memberinya kursi, atau ia akan pindah ke tim satelit Yamaha.

“Saya pikir di Montmello nanti kalian akan mendapat lebih banyak informasi,” kata Lorenzo, merujuk pada GP Catalunya di Sirkuit Montmelo, Barcelona, Spanyol, yang akan berlangsung 17 Juni 2018.

Leaderboard_720x120
Loading...

Baca Juga