oleh

Keluarga Qidam Alfarizki Datangi DPRD Poso

SUARAMERDEKA.ID – Keluarga Qidam Alfarizki Mowance mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Poso. Mereka meminta dukungan untuk mendesak Polda Sulawesi Tengah untuk mencabut pernyataan di berbagai media massa bahwa almarhum Qidam adalah anggota kelompok teroris pimpinan Ali Kalora.

Kedatangan keluarga almarhum didampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Tengah Ustad Sugianto Kaimudin. Rombongan diterima loleh Ketua DPRD Poso Sesi Kristina Dharmawati dan dihadiri beberapa anggota DPRD Poso di ruang rapat DPRD Poso, Senin (13/4/2020) pukul 11.30 WITA.

Keluarga Qidam Alfarizki Mowance berharap mendapatkan titik terang atas kasus ini. Mereka menduga telah terjadi penganiayaan terhadap Almarhum Qidam dan dugaan salah tembak oleh aparat kepolisian.

Baca Juga :  Solidaritas Umat Islam Poso Menjamin Qidam Alfarizki Bukan Teroris

Selan itu, keluarga Qidam Alfarizki Mowance mengharapkan dukungan DPRD Poso untuk meminta Polda Sulawesi Tengah segera mencabut pernyataan di media yang menuduh Qidam adalah kelompok teroris Ali Kalora. Keluarga juga meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas dan menghukum pelaku penembakan yang melibatkan insitusi negara ini.

“Kami sangat berharap hukum dapat tegak sesuai amanah undang-undang. Sehingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum masih dipertahankan,” kata Ustad Sugianto mewakili keluarga Qidam Alfarizki Mowance, seperti yang dilansir dari kiblat.net.

Pada pertemuan tersebut Ustad Sugianto menyampaikan aspirasi sekaligus pernyataan sikap Solidaritas Ummat Islam Poso. Ia berharap DPRD Poso selaku perwakilan rakyat Poso mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Ia juga berharap kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Kondisi Fisik Jenazah Tak Wajar, Polisi Tuding Qidam Alfarizki Teroris

“Kami berharap pernyataan sikap ini ditanggapi dengan serius oleh DPRD Poso. Dan dapat dilakukan proses hukum dan melakukan fungsinya sebagai penyalur aspirasi rakyat,” kata Ustad Sugianto Kaimudin.

Sementara itu, Sesi Kristina Dharmawati menyatakan akan menampung permintaan keluarga Qidam Alfarizki Mowance dan pernyataan sikap Solidaritas Ummat Islam Poso. Ia menjelaskan, DPRD Poso selaku perwakilan rakyat Kabupaten Poso akan memproses dan meneruskan laporan tersebut.

“Pernyataan sikap ini kami terima untuk selanjutnya akan kami proses dan teruskan. Sesuai dengan fungsi kami sebagai perwakilan rakyat,” ucap Ketua DPRD Poso. (OSY/kiblat.net)

Loading...

Baca Juga