oleh

Gus Aam Sebut 4 Masalah Yang Bisa Membuat Rakyat Marah

SUARAMERDEKA.ID – Sekjend Komite Khitthah NU 1926 (KKNU26) H Agus Solachul Aam Wahib atau yang biasa disebut Gus Aam Wahib meminta Presiden Jokowi tidak lagi ‘main sinetron’, divideokan blusukan ke rumah-rumah warga, atau dengan mobil RI-1 bagi-bagi sembako di jalan. Bukan saatnya kampanye. Uniknya, dua video itu sudah beredar luas di masyarakat.

“Bukan waktunya pencitraan. Waktunya kerja nyata. Yang dibutuhkan rakyat sekarang, kebijakan pemerintah, bagaimana menyelamatkan rakyat Indonesia yang jumlahnya 269,6 juta jiwa,” demikian disampaikan Gus Aam, Minggu (3/5/2020).

Menurut Gus Aam, panggilan akrabnya, setidaknya ada empat masalah serius yang tengah menjadi perhatian rakyat Indonesia. Pertama, ancaman kelaparan, ini terkait ketersediaan pangan. Kedua, kebijakan harga BBM yang terus menjadi perhatian publik.

Ketiga, masuknya tenaga kerja asing (TKA) China yang sangat melukai wong cilik. Keempat, penggarongan APBN sebagaimana kasus Kartu Prakerja, proyek Stafsus Milenial  Presiden Jokowi, Perppu Corona dan akal-akalan proyek di Kementerian.

Baca Juga :  Jusuf Kalla Tak Sepakat Dengan Jokowi Soal Penambahan Menteri

“Keempat masalah ini bisa membuat rakyat marah. Perhatikan, Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, sudah mengingatkan agar kementerian memastikan stok pangan. Dikatakan, hari ini, setidaknya 2,5 juta petani kesulitan jual hasil pertanian. Sementara, rakyat kecil sudah tidak memiliki daya beli lagi,” tegasnya.

TKA Didatangkan Saat Kita Dirumahkan

Begitu juga tentang kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurut Gus Aam, pemerintah tidak boleh menutup mata. Di negara mana pun, yang mendasarkan harga BBM dengan harga pasar, hari ini menurunkan harga BBM. Karena harga minyak mentah dunia terjun bebas.

“Ironisnya, harga BBM di Indonesia tidak kunjung turun. Di Malaysia turun drastis. Amerika, apalagi. Padahal, di tengah rakyat susah, tidak ada daya beli, mestinya pemerintah peka. Setidaknya, dengan harga BBM turun bisa meringankan beban wong cilik, di mana harga Sembako semakin mencekik,” terangnya.

Masih menurut Gus Aam, harga minyak goreng, gula, terigu terus naik. “Hari ini, kesannya, rakyat sudah tidak terurus. Semua kalangan sibuk dengan penanganan Covid-19. Tidak ada yang peduli dengan kenaikan harga yang mencekik,” tegasnya.

Gus Aam pun mengaku heran dengan pejabat yang tidak memiliki empati sama sekali. Sampai muncul kabar penggorangan APBN. Seperti anggaran APBN 2020, di mana Kementerian Pertanian mengalokasikan Rp 26,2 miliar untuk pengadaaan 35 ribu ekor ayam.

Baca Juga :  Kasus Pemufakatan Jahat, Jalih Pitoeng dan Januar Akbar Optimis Eksepsi Diterima

“Ini proyek aneh! Bayangkan, 1 ekor ayam dihargai Rp 770 ribu, di atas setengah juta. Ini ayam apa? Apa-apaan lagi?” tanyanya.

Tak kalah miris, Gus Aam menyebut datangnya TKA dari China. Mereka datang di tengah rakyat Indonesia tidak boleh ke luar rumah. Mereka cari duit di sini, saat rakyat kita tidak bisa bekerja.

“Ini kebijakan ngawur. Kita dipaksa masuk rumah, orang asing dipersilakan kerja. Ini sama saja dengan merampas hak-hak rakyat Indonesia. Harus dihentikan,” pungkasnya serius. (duta.co)

Loading...

Baca Juga