oleh

Kakek di Muna Diduga Melakukan Perbuatan Cabul Terhadap Anak 12 Tahun

SUARAMERDEKA.ID – Seorang kakek berusia 60 berinisial LH ditahan di Polsek Katobu Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara karena diduga melakukan perbuatan cabul anak dibawah 12 tahun sebanyak 7 kali. LH mengakui perbuatannya setelah orangtua Melati (nama samaran) melaporkan ke kepolisian.

Menurut keterangan Kapolsek Katobu Iptu H Dahrul Aqsa SH, kakek tersebut adalah warga Kelurahan Raha III Kecamatan Katobu Kabupaten Muna. Ia dilaporkan oleh orang tua Melati ke Polsek Katobu tanggal 4 Mei 2020, dengan Nomor Laporan Polisi: LP/35/V/2020/Sultra/res Muna /sek Katobu.

“Berdasarkan laporan tersebut, saya perintahkan Kanit Reskrim segerah mengamankan terlapor dan membawanya ke Mako Polsek Katobu. Bahwa semula terlapor LH tidak mrngakui apa yang disangkakan kepadanya. Namun setelah saya ancam untuk disumpah diatas Al Qur’an, pria tua itu mengakui perbuatannya. Dan merasa menyesal apa yang telah ia lakukan,” kata Dahrul saat ditemui suaramerdeka.id di kantornya, Kamis (7/5/2020).

Baca Juga :  Bongkar Muat Material Batu Split di Pelabuhan Raha Tuai Masalah

Lanjutnya, menurut keterangn HL, ia mengakui bahwa pada bulan Maret 2020, telah melakukan pencabulan terhadap melati  ketika korban datang berbelanja di warungnya. Ia merayu Melati dengan menawarkan imbalan uang sebesar 3000, 5000 sampai 20.000 rupiah.

“Selama satu minggu, HL dapat melancarkan nafsu bejatnya sebanyak tujuh kali berturut-turut. Dan terungkap setelah ada pengakuan dari korban ke orang tuanya pada bulan Mei 2020,” ungkap mantan anggota Tipikor Polda Sultra ini.

Kini HL mendekam di jeruji besi Polsek Katobu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia disangkakan  pasal terhadap pelaku yaitu tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur. Yakni Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014.

Baca Juga :  Penuh Lapak, Angkutan Kota dan Umum Tak Bisa Parkir di Terminal Laino

“Sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 17 tahun 2006, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang Jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman oejara  20 tahun,” ungkap Darul Aqsa. (MAC)

Loading...

Baca Juga