oleh

Alamak, Dirut TVRI Eks Kontributor Majalah Playboy! Opini Fitri Suryani

Alamak, Dirut TVRI Eks Kontributor Majalah Playboy! Oleh: Fitri Suryani, S.Pd, Guru, Penulis Asal Konawe Sultra.

Tak sedikit yang merasa terkejut dengan pemberitaan yang belum lama ini, terkait eks kontributor Majalah Playboy yang kini jadi Dirut TVRI. Sebagaimana Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon merasa terkejut dengan terpilihnya mantan kontributor majalah Playboy Iman Brotoseno sebagai Dirut TVRI menggantikan Helmy Yahya.

Selain kontroversi soal latar belakang Iman Br sebagai kontributor Playboy, di sosial media netizen menyebut Iman Br sebagai buzzer penguasa, loyalis radikal Joko Widodo.

Sindiran keras pun dilontarkan Wakil Sekjen HKTI Tarli Nugroho. Peneliti di Mubyarto Institute ini mengunggah kembali cuitan Iman Br di akun Twitter @imanbr yang meminta pengkritik Jokowi tidak lewat jalan tol.

Sebelumnya, wartawan senior Muchlis A Rofik mengingatkan, bahwa Dewas TVRI bermasalah. Dimana pemecatan Helmy Yahya ada proses yang zalim dan tidak fair (Cmbcindonesia.com, 28/05/2020).

Lantas bagaimana bisa si Imam Brotoseno yang pernah berkecimpung sebagai kontributor majalah hot Playboy Indonesia itu menjadi Dirut TVRI? Pertama, Imam telah melalui serangkaian uji atau tes kelayakan dan kepatutan yang diadakan Dewas TVRI dan lulus. Kedua, pengalaman Imam Brotoseno sebagai pekerja seni. Meski dulu Imam Brotoseno pernah menjadi kontributor majalah dewasa, tapi Dewas tidak dapat melupakan kiprah Imam Brotoseno yang sudah melalang buana di dunia perfilman dan seni. Ketiga, dekat dengan rezim. Seperti kita ketahui bersama, Imam Brotoseno ini pernah menjadi konsultan komunikasi politik PDIP dan Golkar.

Baca Juga :  PB SEMMI Usulkan Pemerintah Beri Penghargaan Untuk Irjen Gatot Eddy

Imam pun dikenal sebagai pendukung setia Jokowi. Apapun ia lakukan untuk melindungi martabat Jokowi. Bahkan ia tak segan kalau dirinya disebut Buzzer Jokowi. Atau memang benar ia seorang buzzer sungguhan? Entahlah, biar Tuhan dan Imam yang tahu (Kompasiana.com, 28/05/2020).

Dengan diangkatnya Imam Brotoseno sebagai Dirut TVRI yang merupakan eks kontributor Majalah Playboy, jelas akan banyak menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Bagaimana tidak, Majalah Playboy yang sempat berjaya pada tahun 2006-2007 yang lalu dikenal sebagai majalah vulgar. Yang menampilkan lekak-lekuk tubuh seksi para wanita dewasa.

Walau Majalah Playboy tak berjaya lagi, namun latar belakang Dirut TVRI tersebut, jelas akan menimbulkan anggapan buruk tentang dunia pertelivisian milik negeri ini pada masa yang akan datang. Jadi jangan salahkan masyarakat jika kedepannya mereka tak menaruh kepercayaan lagi pada televisi nasional tersebut yang akan disiarkan nantinya.

Hal ini pun menjadi tanda tanya besar, apakah memang tidak ada lagi orang-orang yang lebih layak untuk memimpin Dirut TVRI daripada eks kontributor Majalah Playboy? Pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mengundang tanda tanya besar di benak masyarakat tentu tak bisa disalahkan. Sebab kebijakan yang timbul dari seseorang jelas sulit lepas dari latar belakang pemahaman yang ia miliki sebelumnya.

Padahal seyogianya sebagai televisi nasional yang telah lama mengudara di negeri ini, bisa menempatkan orang-orang yang lebih layak dan tidak menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Apalagi sebagai televisi milik negara yang diharapkan darinya bisa menjadi contoh yang baik bagi pertelevisian swasta yang ada di negeri ini.

Baca Juga :  Halo Bung Iman Brotoseno, Kenapa Takut Dengan Rekam Jejak Pro-PKI?

Dari itu, tentu penting bagi seorang pemimpin dalam bidang apapun untuk memiliki jejak rekam positif di masa lalu. Sebab, hal itu sangat penting bagi kepemimpinannya dan dalam menjaga kewibawaan sebagai seorang pemimpin. Darinya pula diharapakan dapat menjadi panutan dan memberikan contoh yang baik bagi pegawai yang ada di bawahnya.

Karena tak bisa dipungkiri bayang-bayang kelam di masa lalu sulit terlepas dari diri seseorang. Terlebih ketika ia menjadi seorang pemimpin dalam suatu bidang apapun. Maka dari itu, memilih pemimpin yang ideal yang akan menjadi pemimpin yang membidangi sesuatu tentu begitu penting. Mengingat darinya banyak kebijakan-kebijakan yang akan diputuskan dan dilaksanakan ketika ia memegang sebuah jabatan.

Oleh karena itu, tidak mudah bagi pegawai ataupun masyarakat untuk menerima pemimpin/atasannya yang telah memiliki citra buruk di masa silam. Sebab, dikhawatirkan akan berpengaruh dengan kebijakan yang ia buat nantinya. Karenanya penting memilih pemimpin/atasan yang ideal dengan harapan bisa membuat arah kebijakan yang sejalan dengan cita-cita bangsa. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 di antaranya, mencerdaskan kehidupan bangsa. Wallahu a’lam.

Loading...

Baca Juga