oleh

Baranusa Minta Presiden Tidak Anti kritik

SUARAMERDEKA.ID – Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan meminta agar presiden tidak anti kritik. Ia mengecam keras tindakan teror dan intimidasi terhadap mahasiswa UGM dan Guru Besar UII. Ia meminta pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas serta menangkap pelaku tersebut.

Menurutnya, diskusi publik yang digelar oleh Constitutional Law Society FH UGM (CLS) dengan tajuk ‘Persoalan Pemecatan Presiden Di Tengah Pandemi Ditinjau Dari Ketatanegaraan’ diatur dalam konstitusi Indonesia pada pasal 28 E, F Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Tentang bagaimana orang berhak untuk berpendapat dan berkomunikasi serta menyampaikan informasi. Dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

“Kebebasan berpendapat dan berkomunikasi itu dilindungi oleh UU kita. Apabila terjadi teror dan intimidasi dalam setiap pengkajian diskusi serta sikap kritis seseorang maupun kelompok itu. Artinya telah ada upaya-upaya yang ingin membungkam kekritisan masyarakat,” ujar Adi lewat pesan tertulisnya di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga :  Relawan Jokowi Menilai Presiden Gagap Hadapi Virus Corona

Selain itu, ia menilai wajar apabila ada sebagian kelompok masyarakat yang sudah tidak percaya terhadap kepemimpinan seorang presiden kemudian menginginkan presiden tersebut dipecat. Sebab, presiden sendiri dipilih langsung oleh rakyat.

“Rakyat memilih seseorang menjadi presiden karena percaya. Ketika rakyat sudah gak percaya dan meminta presiden segera dipecat masa salah?” kata Adi.

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada pemerintah khususnya presiden Jokowi agar tidak bersikap otoriter apalagi anti terhadap berbagai kritik yang dilontarkan kepada masyarakat. Sebab menurutnya, selain kontrol kritik tersebut merupakan cambuk bagi pemerintah. Agar berjalan sesuai dengan relnya hingga jauh dari kata menyimpang dari cita-cita negara.

“Kami meminta dengan sangat agar Pemerintah khususnya Presiden Jokowi agar tidak anti kritik. Dan kami juga ingin agar apa yang dilakukan oleh pemerintah tetap amanah sesuai dengan cita-cita kemerdekaan republik Indonesia dan tidak menyimpang dari tujuan tersebut. Dan biarlah rakyat menjadi kontrol bagi jalannya roda pemerintahan ini,” tandasnya. (AMN)

Loading...

Baca Juga