oleh

Dikabarkan Dilamar Jadi Calon Wakil Bupati Muna, Ini Jawaban Firdaus

SUARAMERDEKA.ID – Bursa calon Bupati dan Wakil Bupati Muna pada pilkada mendatang beberapa hari terakhir diramaikan kemunculan nama Firdaus. Pengusaha muda berdarah Bugis ini bahkan dikabarkan sudah dipinang untuk mendampingi salah satu calon Bupati yang ada.

Ditemui suaramerdeka.id di Dteras Coffee, Selasa (9/6/2020), ia membenarkan namanya ramai dibincangkan di bursa Pilkada Muna mendatang. Didampingi rekan kerjanya La Talulu, Firdaus mengaku tidak menyangka kabar tersebut cepat beredar di masyarakat Muna. Semula pengusaha yang 20 tahun menjadi kontraktor ini mengira kabar tersebut hanya berputar di teman-teman dekatnya saja.

“Itu hanyalah isu. Saya juga banyak dihubungi oleh teman mengenai isu ini. Namun saat ini, saya belum berfikir kesana,” kata Firdaus.

Baca Juga :  Warga Sumberagung Minta Izin Tambang Emas Tumpang Pitu Dicabut

Ia tidak memungkiri bahwa dunia politik mulai menarik perhatiannya. Namun dirinya mengaku kesiapan untuk terjun di dunia politik tersebut tidak untuk tahun ini.

“Saya baru berfikir untuk terjung ke dunia politik. Tapi bukan sekarang. Mungkin 2 atau 3 tahun kedepan,” terang lelaki yang akrab disapa Daus.

Ia tidak menampik kabar yang beredar bahwa ada calon Bupati Muna yang menggandeng dirinya untuk menjadi wakil bupati. Namun ia mengaku keberatan untuk menyebut nama calon bupati yang telah memintanya untuk menjadi Wakil Bupati Muna.

“Ya, itu juga yang menjadi menarik. Sehingga beberapa hari yang lalu, tidak sedikit teman yang mengabari itu. Bahwa ada yang mengatakan akan dipinang oleh salah satu bakal calon” ujar Daus.

Baca Juga :  Acara MRSF Polres Muna Dihadiri Puluhan Ribu Masyarakat

Sementara itu La Talulu menanggapi isu tersebut sebagai hal yang wajar. Ia menjelaskan, semua orang berhak untuk mencalonkan dan dicalonkan.

“Sah-sah saja, siapapun dia. Ketika merasa memiliki atau dianggap memiliki kemampuan dan memenuhi syarat untuk mencalonkan diri atau dicalonkan. Jangankan Wakil bupati, Bupati ,Gubernur, bahkan calon atau dicalonkan jadi presiden sekalipun, tidak ada yang dapat menghalangi. Asalkan tidak terlepas dari Amandemen pasal 6 UUD 1945 sampai kerevisinya pada UU 1999, UU nomor 42 tahun 2008 dan UU nomor 7 tahun 2017,” tutupnya. (MAC)

Loading...

Baca Juga