oleh

Relawan Jokowi Ungkap Nama Kader Partai Yang Jadi Orang Penting di BUMN  

SUARAMERDEKA.ID – Kelompok relawan Jokowi dari Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) menyebut sejumlah nama kader partai politik yang menduduki jabatan penting di sejumlah BUMN. Keberadaan mereka dianggap sangat membahayakan masa depan BUMN. 

Demikian dikatakan Ketua Umum Baranusa Adi Kurniawan menyoroti sepak terjang  Erick Thohir selaku Menteri BUMN. Menurutnya,  Erick Thohir merombak BUMN dengan memberikan ladang bagi oligarki yang hanya memberikan makan enak bagi segelintir elit partai politik.  

“Parah. Apalagi BUMN hanya mampu mewarisi hutang. Bukan keuntungan bagi pemasukan keuangan negara,” kata Adi dalam pernyataannya yang diterima redaksi, Jumat (26/6/2020). 

Ia menduga, 142 perusahaan BUMN yang berada dibawah pengawasan Erick Thohir dijadikan ladang pesta bagi kader partai politik. Paling tidak, menurut Adi, para politisi hingga relawan pendukung kampanye Presiden Joko Widodo kini menduduki komisaris BUMN. 

“Dari sektor energi, perbankan, konstruksi, hingga telekomunikasi tak luput dari keberadaan orang partai,” tegasnya. 

Ia pun menyebut nama Rizal Mallarangeng dan Wawan Iriawan yang baru saja terpilih sebagai Komisaris Telkom. Rizal merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar periode kepengurusan 2019-2024. Pria asal Makassar ini merupakan adik dari Andi Mallarangeng. 

“Berbeda dengan kakaknya yang bergabung dengan Partai Demokrat. Rizal memilih berteduh di bawah pohon beringin,” jelas Adi. 

Lanjutnya, Wawan Iriawan dikenal sebagai kader Partai Nasdem. Dalam Kongres II Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran Jakarta, namanya masuk dalam kepengurusan partai periode 2019-2024 di bawah kepemimpinan Surya Paloh. Ia menjabat Sekretaris di Mahkamah Partai Nasdem. 

“Sebelumnya, yang sempat jadi sorotan adalah saat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. Punya gelar Sarjana Geologi, Ahok sendiri telah berkecimpung lama di dunia politik. Dia pernah menjadi kader dari Partai Golkar, Gerindra dan terakhir, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” imbuhnya. 

Adi menuturkan, setelah Ahok, Erick juga melantik Darmawan Prasodjo menjadi Wakil Direktur PT PLN (Persero). Darmawan diketahui pernah juga menjadi kader PDI-P. 

Ia juga menyebut nama Triawan Munaf yang menjadi Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) itu juga merupakan penggagas gambar banteng moncong putih yang jadi simbol PDI-P. 

“Daftar ini masih akan panjang. Masuk sektor perbankan, di BRI ada nama Dwi Ria Latifa sebagai Komisaris Independen. Ia merupakan politikus PDI-P yang juga mantan Anggota DPR RI periode 2014-2019. Ada juga Zulhanar Usman yang merupakan politisi dari Partai Hanura. Zulhanar mundur dari posisinya sebagai bendahara partai setelah menjadi Komisaris BRI,” terang Adi. 

Ketua Umum Baranusa ini melanjutkan, di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI, ada nama Pataniari Siahaan. Ia kader PDIP yang menjabat komisaris independen. Kemudian, ada Arif Budimanta yang didapuk menjadi Komisaris di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Seperti Jokowi, ia juga merupakan politisi PDI-P. 

Adi menambahkan, jika di sektor perbankan ada komisaris yang berasal dari partai politik, ada empat BUMN sektor konstruksi memiliki komisaris dari kalangan relawan. Keempat BUMN karya ini merupakan perusahaan konstruksi terbesar baik dari sisi aset maupun kapitalisasi pasar. Tiga di antaranya bahkan berstatus perusahaan publik. 

Yang pertama, di PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP ada Andi Gani Nena Wea sebagai Presiden Komisaris. Sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Presidium Majelis Pekerja Buruh Indonesia, Andi Gani aktif dalam penggalangan massa pada beberapa acara kampanye Jokowi. 

Kemudian ada Fadjroel Rachman sebagai Komisaris Waskita. Fadjroel yang menjadi relawan Jokowi sejak Pilpres 2014 kini juga menjadi Juru Bicara Presiden. Sebelum Waskita, Fadjroel pernah diangkat menjadi Komisaris Utama Adhi Karya. 

Selain itu ada Viktor S Sirait yang menjabat Komisaris Waskita. Viktor merupakan Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) yang mendukung Jokowi sejak maju sebagai calon presiden di Pilpres 2014. 

“Dikutip dari laman resmi Waskita Karya, Viktor sudah menduduki posisi komisaris di BUMN karya itu sejak April 2015. Hanya beberapa bulan setelah Jokowi menjadi presiden di periode pertama pemerintahannya. Viktor merupakan lulusan S1 Teknik Mesin ITB,” ujar Adi. 

Selanjutnya, Adi menuturkan, di Hutama Karya ada Lukman Edy yang merupakan seorang politisi kawakan. Dia merupakan mantan Sekjen Partai PKB yang sempat menjabat sebagai Direktur Saksi Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Di PT Hutama Karya (Persero), Lukman tercatat menjabat sebagai wakil komisaris utama. 

“Bolehkah Kader Partai Jadi Komisaris BUMN? Bagaimana sebenarnya ketentuan pemilihan komisaris di perusahaan-perusahaan BUMN? Bolehkan kader partai menempati jabatan tinggi di BUMN? “ pungkas Adi Kurniawan. (OSY) 

Loading...

Baca Juga