oleh

Strategi Direktorat Pengembangan Pasar Kerja dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Strategi Direktorat Pengembangan Pasar Kerja dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 dan Pasca New Normal di Indonesia

Oleh : Muhajir, SE. MSi. (Pengantar Kerja Ahli Madya Kemnaker)

Strategi Direktorat Pengembangan Pasar Kerja sangat penting di dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dan pasca New Normal di Idonesia. Peran Informasi Pasar Kerja dalam melaksanakan tugas dan fungsinya haruslah dapat beradaptasi dengan persoalan yang sedang terjadi yaitu meningkatnya pengangguran dan rendahnya kesempatan lowongan pekerjaan yang disebabkan oleh adanya wabah Pandemi Covid19 yang terjadi di berbagai belahan dunia. Salah satu tugas bidang Informasi Pasar Kerja adalah melaksanakan menyiapkan perumusan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, bimbingan teknis dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di bidang informasi pasar kerja dalam dan luar negeri, serta sekaligus menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaannya.

Layanan data informasi pasar kerja dapat memfasilitasi pengoperasian pasar tenaga kerja, terutama bagi kelompok rentan. Sebagai contoh, analisa era Pandemi Covid-19 yang di lansir di berbagai media menunjukkan bahwa pekerja di berbagai sektor sedang menghadapi ketidakpastian dan membutuhkan perlindungan kerja karena terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam hal dimaksud bahwa layanan ketenagakerjaan bidang informasi pasar kerja dapat membantu memfasilitasi dan memberikan solusi yang tepat dan akurat kepada pekerja yang akan kehilangan pekerjaanya.

Seperti yang dilansir dari @Liputan6.com Juru bicara Penangananan Virus Corona Achmad Yuniarto

Kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Senin (2/3). Pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.

Sejak hari itu, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan akhirnya sembuh.

Setiap hari, Merdeka.com terus memantau perkembangan kasus virus Corona di Indonesia. Kami akan memperbarui data terkini jumlah kasus virus Corona di Indonesia.

Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Sesuai data yang disampaikan pemerintah, sampai saat ini kasus positif Covid-19 sudah melebihi 60.000 orang positif Covid-19.

Data Jumat (3/7/20) pukul 12.00 WIB, terdapat kasus baru positif Covid sebanyak 1.301. Sehingga totalnya menjadi 60.695 orang. Sementara untuk jumlah pasien yang sembuh bertambah 901 orang, sehingga totalnya menjadi 27.568 orang. Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 49 orang, menjadi 3.036 orang.

Selanjutnya Yuniarto mengatakan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan menjadi provinsi terbanyak menyumbangkan kasus baru pada hari dan tanggal tersebut di atas, sehingga secara nasional menjadi provinsi tertinggi di atas DKI Jakarta.

Jika kita cermati, kondisi tersebut sangatlah memperhatinkan dan perlunya perhatian dan kepedulian bagi para pemangku kepentingan untuk ambil peran sesuai dengan tugas dan fungsi masing masing dalam hal penaganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 ini. Pada kesempatan ini penulis mencoba “Apakah strategi pengembangan pasar kerja dan jajarannya akan bisa membantu dalam menghadapi masalah  Pandemi Covid-19 dan era new normal ?” khususnya dalam meringankan beban dan kepanikan para pekerja yang diambang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Mengatasi maslah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Pandemi Covid-19 tidaklah semudah membalikan telapak tangan tentu sangat sulit, karena masalah ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melemah sangat dratis dan spektakuler. Di sisi lain munculnya kesempatan kerja atau lowongan pekerjaan karena rendahnya pertumbuhan ekonomi, namun demikian jangan dijadikan suatu hambatan tetapi merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Sebagai pejabat fungsional Pengantar Kerja yang merupakan salah satu tugasnya adalah melayani pencari kerja baik yang mengangur penuh maupun menganggur karena PHK, bahkan lebih dari itu melayani pekerja yang masih aktif bekerja tetapi ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik untuk dapat meningkatkan prestasi kerjanya.

Baca Juga :  Amandemen UUD 1945 Adalah Kudeta Terhadap Negara Proklamasi 17 Agustus 1945

Para pakar ekonomi di berbagai media memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari waktu ke waktu semakin merost tajam bahkan diproyeksikan melemah hingga minus (-) 0,4 persen sampai 1 persen , kondisi ini sngat menghawatirkan akan terjadinya resesi ekonomi yang berkepanjangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 tumbuh melambat sebesar 2,97 persen (year on year), namun secara kuartalan atau dibandingkan dengan kuartal IV/2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus (-) 2,41 persen.

Pertumbuhan ekonomi  pada kuartal I/2020 yang jauh melambat tak lepas dari dampak penyebaran virus corona (Covid-19) yang terungkap pada 1 Maret 2020.  Sektor yang masih diharapakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hanyalah konsumsi rumah tangga dengan seluruh komponennya.

Kecuali komponen makanan dan minuman, restoran dan perhotelan tetap mengalami perlambatan akibat adanya pembatasan sosial bersekala (PSBB) untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Sementara itu kinerja investasi juga melambat yang tumbuh hanya 1,7 persen.

Menyikapi kondisi tersebut di atas maka perlu adanya koordinasi dan konsolidasi dengan berbagai sektor baik lembaga pemerintah maupun swasta bersama masyarakat untuk menganbil langkah langkah strategis agar resesi dan krisi ekonomi di Indonesia tidak terjadi.

Berbagai upaya dan langkah strategis yang selaknya dilaksankan oleh Unit/Lembaga yang berwenang dibidang ketenagakerjaan khususnya dalan rangka menangani ancaman PHK ataupun pemberhentian sementara dalam waktu tertentu (dirumahkan) sangatlah dinantikan oleh para pekerja yang sedang terdampak oleh Pandemi Covid-19, langkah strategis dimaksud antara lain adalah:

Pertama; Direktorat Pengembangan Pasar Kerja, Ditjen Binapenta dan PKK Kemnaker dalam menjalankan tugas dan fungsinya terkait dengan masalah ketenagakerjaan melalui sitim Informasi Pasar Kerja. Analisis Pasar Kerja, Analisis Jabtan serta Penyuluhan dan Bimbinga Jabatan. Yang selanjutnya melalui regulasi yang ada mempunyai kekuatan untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam melayani pencari kerja. Termasuk pencari kerja yang terdampak Covid-19. Oleh karena itu kemampuan dan kekuatan yang ada hendaknya dikelola dengan baik dan harus mampu megadaptasi kondisi yang ada saat ini. Contoh bahwa setiap perencaan kegiatan yang akan dilukan hendaknya harus dapat mengadaptasi dengan mempertimbangkan tempat, waktu, jenis kegiatan yang tepat. Sehingga outputnya akan lebih bermanfaat untuk semua pihak.

Kedua; Dalam hal pelaksanaan kegiatan ini memang ada hambatan yang dihadapai terkait dengan regulasi peraturan tata kelola administrasi yang secara rutin sudah dijalankan dari tahun tahun sebelumnya, oleh karena itu perlu dilkukan diskresi terhadap regulasi yang ada saat ini yang selanjutnya menjadi kendala dan hambatan utuk melaksanakan kegiatan di era pasca Covid-19 ini,  memang bukan hal yang mudah dan sederhana, perlu prinsip kehati hatian yang super extra. Hambatan semacam itu sebenarnya bisa kita siasati dengan cara merevisi tentunya revisi harus dilakukan dengan tata cara serta mekanisme yang benar tanpa harus melanggar aturan yang sudah baku yaitu dengan azaz fleksibelitas, ini dilakukan agar semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar aman dan dapat dipertanggung jawabkan dengan baik dan benar.

Baca Juga :  Bertemu JK di Kantor Wakil Presiden, GMKI Komitmen Perangi Intoleransi

Ketiga; Merubah mindset, pola pikir yang optimis baik kepada subyek pelaksana kegiatan maupun penerima kegiatan, bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan peluang selalu ada jika memang kita mau bekerja dengan jujur, sungguh sungguh dan ihklas serta semangat pasti bisa. Selanjutnya terkait dengan hal ini maka perlu memilih dan memilah sekiranya kegiatan apa yang cocok dan tepat dilaksankan dengan cara identifikasi, klasifikasi dan verifikasi yang baik agar semua rencana kegiatan dapat berjalan sebagaiman mestinya. Dengan berahirnya masa PSBB dan dilanjutkan ke pasca New Normal yang masih statusnya masa transisi sudah barang tentu tidak semua lokasi sudah bisa sebagai tempat pelaksanaan kegiatan oleh karena itu memberikan alternatif kegiatan, lokasi, dan waktu kegiatan merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan dengan selektif.

Keempat; Implementasi dan Pelaksanaan kegiatan dilakukan apabila revisi regulasi dan anggaran yang direfocusing telah disahkan oleh pejabat yang berwenang agar tidak terjadi keraguan dan kesalahan presepsi dalam melaksanakan kegiatan yang berakibat penyimpangan dalam penggunaanya. Diupayakan semua program kegiatan dilaksnakan dengan cara yang tidak mengandung resiko tinggi, karena dalam masa Pandemi Covid-19 dan New Normal masih banyak terdapat penularan melalui orang tidak terditeksi gejalanya. Oleh karena itu diupayakan seluruh kegiatan pelaksanaanya dengan metode Daring, Virtual, ZOOM, Webinar dan sejenisnya sebagai proteksi terhadap kemungkina tertularnya Covid-19 yang masih berlanjut.

Betapapun baiknya strategi yang dibuat memang tidak akan sepenuhnya memberikan solusi secara total, tetapi paling tidak akan mengurangi beban bagi para pengguna anggaran yang bertanggungjawab terhadap program dan pelaksanaan kegiatan serta penyerapan anggaran yang telah dituangkan dalam Renja, Renlakgiat sebagai acuan kinerja pegawai dilingkunganya.

Oleh karena itu perlu dilanjutkan dengan sosialisasi program pengembangan pasar kerja secara masive kepada seluruh steak holder agar dapat dimengerti serta dipahami bahwa melaksankan program kegiatan di masa Pandemi Civid-19 dan pasca transisi New Normal tidaklah mudah bagaikan menelan pil pahit yang sebenarnya tidak diinginkan oleh semua orang.

Diharapkan dengan adanya konsep srtategi ini dapat mempermudah dalam melaksanakan program serta kegiatan yang sesuai dengan harapan dari berbagai pihak, serta dapat dipahami oleh masyarakat pekerja yang terdampak Pandemi Covid-19, bahwa Direktorat Pengembangan Pasar Kerja peduli terhadap apa yang terjadi pada situasi dan kondisi dunia kerja di masa Pandemi Covid-19 dan Pasca New Normal ini.

Tipe kegiatan yang akan dilakukan adalah sangat berbeda dari kegiatan tahun sebelumnya, ini lebih diarahkan ke program kegiatan yang bernuansa sosial seperti bimbingan dan penyuluhan, informasi pasar kerja, sosialisasi berbasis virtual, webinar yang bertujuan untuk bisa meberikan pencerahan terhadap korban terdampak Covid-19. Contoh kegiatan Webinar isi materinya adalah memberikan berbagai alternatif pilhan jenis pekerjaan yang mungkin dilakukan pada saat pandemi Covid-19 dan Pasca New Normal.

Pekerjaan dimaksud adalah bekerja di sektor pertanian, Expedisi logistik, eComerce, Reseler by Online dan sejenisnya. Kami menyadari bahwa alternatif tersebut bukanlah menjadi pilihan terbaik, pengahasilannyapun mungkin kurang memuaskan tapi itulah kenyataan yang harus dijalankan dengan harapan bahwa semua orang harus bisa merubah pola pikir dan pola hidup tetap semangat dengan etos kerja yang kuat, sehat dan tetap produktif.

Loading...

Baca Juga