oleh

Manajemen Keuangan di Masa Pandemi. Opini Ida Roza

Manajemen Keuangan di Masa Pandemi. Oleh: Ida Roza, Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN WALISONGO Semarang.

Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan kekhawatiran akibat mewabahnya virus corona. Hingga awal bulan ini,  korban terkonfirmasi corona menembus angka lima puluh lima ribu jiwa, dengan jumlah pasien sembuh sebesar 40 persen, dan 5 persennya meninggal dunia. Dengan kondisi demikian Presiden Joko Widodo memperpanjang kembali masa pembatasan sosial atau ‘Physical distancing’. Himbauan ini secara tidak langsung memberikan dampak kepada UMKM, pebisnis dan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Kendurnya aktifitas ekonomi membuat UMKM hingga perusahaan terpaksa mengambil sikap dengan memotong upah karyawan bahkan sampai merumahkan sebagian karywannya. Hal ini secara langsung berdampak bagi  keuangan finansial pribadi atau rumah tangga.

Dari laman yourrichestlifeplaning.com menyebutkan bahwa dalam hal perencanaan keuangan; akan selalu ada perubahan pada titik tertentu, rencana akan berubah, keadaan darurat akan terjadi, pasar akan turun. Dari pernyataan tersebut di saat kondisi mewabahnya virus corona, penting untuk mengatur ulang perencanaan keuangan Anda kembali. Saya memiliki beberapa alternatif dalam mengatur keuangan di masa pandemi, krisis atau masa tatanan baru seperti ini.

Baca Juga :  Dilema di Tengah Pandemi : Di Rumah Saja Lapar, Keluar Rumah Terpapar

Manajemen keuangan untuk masyarakat terdampak Pandemi COVID-19

poin ini khusus untuk masyarakat yang pendapatannya berkurang karena dipotong oleh perusahaan, kantor tempat Anda bekerja. Cara ini bisa Anda gunakan untuk mengatur keuangan Anda. Pertama, Anda harus membuat skala prioritas pengeluaran. Penentuan skala prioritas ini bisa digunakan dengan memilah mana yang sifatnya kebutuhan dan mana yang sifatnya keinginan. Di masa seperti ini, alangkah baiknya mendahulukan yang benar-benar dibutuhkan. Sedangkan untuk keinginan baiknya ditunda dulu hingga keuangan normal kembali. Kedua, carilah peluang usaha untuk menambah pemasukan. Cari peluang usaha yang dibutuhkan di masa pandemi ini. Seperti; usaha online, jualan masker, Alat pelindung diri (APD), frozen food, atau usaha kuliner lainnya.

Menajemen keuangan untuk masyarakat tidak terdampak langsung Pandemi COVID-19

Untuk masyarakat yang pemasukan tiap bulannya tidak terkena dampak pandemi COVID-19 patut bersyukur karena otomatis kondisi keuangan Anda baik-baik saja. Maka dari itu alangkah baiknya sebagai bentuk kesyukuran yang dapat dilakukan adalah dengan bersedekah atau berbagi kepada teman, tetangga, masyarakat yang terkena imbas pandemi COVID-19. Kemudian setelah itu Anda dapat membuat alokasi pos Dana darurat dan Investasi. Dana darurat atau emergency fund merupakan dana yang diperuntukkan untuk situasi-situasi genting atau darurat.

Baca Juga :  RUU HIP dan Isu Pemakzulan Jokowi. Opini Tony Rosyid

Menurut Ibu Murniati Mukhlisin dalam sakinah finance, dana darurat dapat dikumpulkan dengan cara mengalokasikan 10-30% dari pemasukan tiap bulannya. Selain itu, idealnya dana darurat untuk rumah tangga sebanyak 6-9 kali pengeluaran rutin.  Setelah dana darurat sudah terkumpul maka hal selanjutnya yang dilakukan dalam manajemen keuangan adalah investasi. investasi dapat dilakukan di beberapa produk  seperti Deposito, SUKUK, Emas, Saham Syariah, Reksadana Syariah atau produk investasi lainnya. Adapun cara untuk memulai investasi ini dapat dilakukan dengan menyisihkan ½ pengeluaran  atau lebih dari pendapatan Anda, tiap bulannya. Misalkan, gaji Anda tiap bulan sebesar 3 Juta Rupiah sedangkan pengeluaran bulanan rutin Anda biasanya adalah 1,5 juta. Berarti paling tidak Anda harus menyisihkan dana investasi sebesar 750 ribu tiap bulannya dan dilakukan secara kontinu.

Loading...

Baca Juga