oleh

90 Tahun Sumpah Pemuda: Bangun Persatuan Nasional

90 Tahun Sumpah Pemuda : Bangun Persatuan Nasional Ganti Haluan Ekonomi Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis. Oleh: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi.

Sejak tanggal 28 oktober 1928 melalui Kongres Pemuda II seluruh perwakilan pemuda yang berasal dari daerah yang masih bersifat lokalisme menyuarakan serta mengikrarkan diri. Dan menyatukan dalam satu bangsa, bahasa dan tanah air satu yakni Indonesia.

Tekad dan ikhtiar kesatuan bangsa, kesatuan bahasa dan kesatuan tanah air ini menjadi awal kekuatan kaum muda. Untuk menyuarakan pentingnya sebuah persatuan ditengah-tengah penindasan kolonialisme. Tanpa persatuan dan kemerdekaan sejati maka hal mustahil bisa melawan dan mengusir kolonialisme.

Kekuatan kemerdekaan Indonesia dalam melawan penindasan kolonialisme adalah kekuatan persatuan. Semangat persatuan ini juga menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kolonialisme, imperialisme dalam menjarah dan mengeksploitasi bangsa Indonesia.

Seiring dengan perkembangan situasi sosial, ekonomi, politik selama 90 tahun sejak sumpah pemuda diikrarkan, mengalami sebuah penurunan semangat dan cita-cita. Penurunan semangat dan cita-cita ini tidak lepas dari peran kekuasaan yang berkuasa serta mengabaikan perjalanan history kebangsaan.

Sejak orde baru berkuasa dan membuka kran investasi seluas-luasnya menjadikan pintu masuk bagi kekuatan imperialisme untuk menjarah dan mencaplok bangsa ini. Regulasi pro kapital dan investasi menjadikan bangsa ini menjadi pusat untuk penyediaan bahan baku, tenaga kerja serta pasar komoditas bagi negara-negara kapitalis, di lain sisi Pendidikan Indonesia telah berada di bawah dikte pasar.

Baca Juga :  Sekadar Mengamati Video Sadis 23 Mei, Sebuah Opini Asyari Usman

Perjanjian multilateral di antara negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) telah menetapkan pendidikan sebagai salah satu sektor industri tersier. Produknya berupa jasa pendidikan yang diperjualbelikan. Pendidikan dengan demikian telah resmi menjadi komoditi ekonomi dan ditempatkan di bawah rezim pasar bebas.

Disamping itu dalam momentum PEMILU 2019 nanti, merupakan saat tepat untuk menegakkan kembali apa yang menjadi cita-cita para pendiri republik, seperti yang tertuang dalam Preambul UUD 1945.

Oleh karena itu, Muhammad Asrul selaku Sekjen Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dalam siaran persnya mengenang 990 tahun sumpah pemuda Sabtu Malam, (27/10/2018), di Jakarta, menyerukan kepada para calon presiden/wakil presiden dan anggota legislatif serta gerakan rakyat dan mahasiswa untuk :

Baca Juga :  Doa Rasul, Neno dan Pilpres, Sebuah Opini Sri Bintang Pamungkas

1. Haluan Ekonomi Indonesia harus diganti dari ekonomi liberal menjadi ekonomi yang berlandaskan pada Pasal 33 UUD 1945

2.* Harus ada perubahan paradigma pendidikan nasional yang berorientasi profit/laba kearah pendidikan. Yang memanusiakan manusia serta dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia*

3._ Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan Demokratis_

4._ Menyerukan kepada seluruh gerakan rakyat dan mahasiswa untuk menguatkan persatuan Nasional anti Imperialisme sebagai kekuatan sejati rakyat Indonesia_

5._ Generasi muda khususnya mahasiswa hari ini jangan terjebak dalam pola pikir dan orientasi kapital dalam segala hal. Tetapi harus lebih kreatif, inovatif dalam mengembangkan pengetahuan saintifiknya dan teknologi. Yang hari ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan kapital_

6. Tidak ada jalan lain bagi kekuatan demokratik selain menguatkan semangat persatuan nasionalnya yang anti imperialisme untuk menghadang dan melawan kapitalisme ini.

Loading...

Baca Juga