oleh

SEMMI Duga BIN Sewa Preman Bayaran

SUARAMERDEKA – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (PB SEMMI) menduga Badan Intelejen Negara (BIN) menggunakan preman bayaran dalam pada aksi demo “10 Dosa Kepala BIN”, Kamis (22/11/2018). Dugaan ini disampaikan dalam konferensi pers di kantor sekretariat PB SEMMI di Jalan Taman Amir Hamzah No.2 Menteng Jakarta Pusat, Minggu, (25/11/2018).

Bintang Wahyu Saputra selaku Ketua Umum PB SEMMI, menjelaskan bahwa aksi tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Surat ijin sudah disampaikan tiga hari sebelum aksi menyampaikan pendapat dimuka umum sudah diterima dan disetujui oleh Polda Metro Jaya.

Untuk diketahui aksi demo kepala BIN yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Jakarta Selatan di depan kantor Badan Intelejen Negara (BIN), berakhir ricuh. Terjadi bentrok antara mahasiswa dengan sekelompok orang tidak dikenal, Kamis (22/11/2018).

Baca Juga :  Bakornas LKMI PB HMI: Penelitian UGM Ungkap Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS
“Dalam bentrok itu, kami menduga Badan Intelejen Negara menyewa sekelompok preman bayaran. Untuk memukul mundur kami yang ingin menyampaikan aspirasi dimuka umum,” ungkap Ajiansyah Sangadji, Ketua Umum Pengurus Cabang SEMMI Jakarta Selatan.

Aksi bentrok tersebut berawal dari mahasiswa menuju kantor Badan Intelejen Negara. Aksi ini tiba-tiba dihadang dengan sekelompok orang yang mengaku warga sekitar. Disinyalir didalam kelompok penghadang tersebut, terdapat anggota BIN itu sendiri di dalamnya.

” Seharusnya anggota kepolisian mengawal aksi kita,” ujar Wahyu.

Lanjut Wahyu, menyampaikan pendapat dimuka merupakan salah satu hak asasi manusia yang dijamin dalam pasal 28 Undang – Undang Dasar 1945. Yang berbunyi “Kemerdekaan, berserikat, dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang”.

Baca Juga :  Hilda Basalamah: Panitia Ijtima Ulama IV Keterlaluan, Punya Hak Apa?

“Kami sangat menyesali perbuatan Oknum berprilaku preman yang mengakibatkan rekan kami hingga kini masih terbaring di rumah sakit,” tutup Ketua Umum PB SEMMI

Wahyu sendiri berniat akan membuat laporan visum terhadap rekannya yang masih terkapar dirumah sakit hari Senin (26/11/2018). (NVD/DDR)

Loading...

Baca Juga