oleh

Jadi Calon Ketua Umum KNPI Harus Bayar Kontribusi 100 Juta Kepada Panitia

SUARAMERDEKA – Pencalonan Diko Nugraha sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terancam gagal karena tidak mau membayar uang kontribusi sejumlah 100 juta kepada panitia. Meskipun tidak masuk dalam persyaratan, namun kontribusi tersebut seperti sebuah harga mati.

Demikian dijelaskan oleh Veddrick Nugraha, salah satu bakal calon Ketua Umum KNPI dari Organisasi Kepemudaan (OKP) Gerakan Pemuda Islam (GPI), Jumat siang (21/12/2018), melalui percakapan Whatsapp. Pria yang dikalangan aktivis akrab dipanggil Diko Nugraha ini menjelaskan situasi yang sedang dihadapi. Saat ini ia menjadi salah satu bakal calon Ketua Umum KNPI periode 2018-2021, pada kongres KNPI XV yang sedang digelar di Bogor. Kongres ini rencananya digelar selama 4 hari (18-21/12/2018).

“Saya masih terhambat di proses pendaftaran pembayaran kontribusi ke kelompok kerja. Masing-masing kandidat kalau rekomendasi, sudah memenuhi syarat. Terbentur dengan pemberian kontribusi 100 juta ke panitia.”

Saat ditanya mengenai aturan pendaftaran, Diko mengaku bingung mengapa harus ada kontribusi uang.

Baca Juga :  GPI dan Penggerak 212 Pilih Tidak Bicara Pilpres, Tauhid Yes Politik No

“Nggak tahu, ya itulah problemnya. Saya juga tidak faham,” jelas Sekjen GPI ini.

Lanjut tokoh aksi 313 ini, secara aturan tertulis, kontribusi uang itu tidak ada. Namun jika tidak disetorkan, dengan cara tertentu, nama bakal calon tersebut akan gugur.

“Tidak tertulis, tapi yang jelas tidak bakal masuk ke pokja pendaftaran kalau tidak ada uang itu. Caranya ya tidak tahu, nanti ada putusan pleno, putusan SC,” kata Diko Nugraha.

Panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI) ini menjelaskan persayaratan menjadi bakal calon Ketua Umum KNPI. Menurutnya, secara prosedural, semua persyaratan sudah terpenuhi.

“Yang pasti, dalam ADRT itu 10 OKP (Organisasi Kepemudaan) –red) pendukung dan 3 (Dewan Pimpinan Daerah red) DPD, mutlak harus dipenuhi. Pernah jadi ketua umum di daerah atau pernah jadi pengurus pusat. Kalau syarat itu, semua terpenuhi, cuma 100 juta itu. Saya sih nggak mau,” kata Diko.

Baca Juga :  Kader GPI: Tanah PLTU Tanjung Karang Sudah Terbayar, Bayar ke Siapa?

Tokoh FSI yang mengenalkan istilah “Tauhid Yes Politik No” pada reuni akbar 212 yang baru saja berlangsung ini masih yakin dirinya bakal lolos walau tidak memberikan uang 100 juta. Diko yakin para peserta kongres yang hadir mempunyai kepentingan yang lebih besar daripada sekedar kontribusi materi.

“Tunggu di forum aja nanti, seperti apa. Moral nurani peserta kongres. Kalau itu bisa dijebolkan, ya InsyaAllah. Saya harus optimis,” tutup Veddrick Nugraha.

Sampai saat berita ini diturunkan, kongres KNPI masih membahas masalah tata tertib persidangan pemilihan Ketua Umum KNPI periode 2018-2021. (OSY)

Loading...

Baca Juga