oleh

Peradaban Melayu dan Persia Miliki Banyak Persamaan

SUARAMERDEKA – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi Nasrabadi mengatakan (melalui penerjemahnya), peradaban Melayu dan Persia sejak dulu telah memiliki ikatan yang panjang dalam perjalanan peradaban bangsa. Kedua peradaban tersebut telah berbuat banyak dalam menciptakan perdamaian, menghindari peperangan dan perpecahan.

Demikian dikatakan  Valiollah dalam dialog refleksi akhir tahun 2018 yang digelar oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM).  Bertema Kontribusi Peradaban Melayu Dalam Menciptakan Perdamaian Dunia Timur dan Barat, Senin siang (31/12/2018) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

“Sejak dahulu sampai sekarang kedua peradaban telah berinteraksi dan memiliki banyak persamaan. Hubungan ini dapat dijadikan pondasi untuk kerjasama kedua belah pihak,” ujar Valiollah,

Baca Juga :  Komnas HAM Belum Penuhi Janji Umumkan Tragedi 21, 22, 23 Mei 2019

Iran, kata Valiollah, sebagai negara dengan peradaban Persianya, memiliki catatan sejarah lebih dari 7000 tahun berperan penting dalam ilmu pengetahuan. Para ulama dan cendekiawan dari Persia telah berkontribusi dalam ilmu pengetahuan baik kedokteran, teknologi maupun lainnya.

“Kedatangan para saudagar dan tokoh ke Nusantara pada ratusan tahun yang lalu, sehingga banyak ditemukan kata-kata dari persia. Hal inilah yang merupakan awal interaksi dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, saya menghimbau agar terus melakukan dialog kedua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Gaffar Usman, Anggota DPD RI asal Riau menilai, jika melihat fungsinya, Melayu bisa menjadi inspirasi bagi berbagai tokoh untuk membuat Indonesia menjadi nyaman, senang dan tenang. Faktor inilah yang menjadi magnet bagi siapapun yang datang ke Indonesia.

Baca Juga :  Andi Asnaniah Jalin Keakraban Warga Dengan Bakar Ikan di Awal Tahun
“Kondisi ini bisa dipertahankan jika kita tidak mudah dipengaruhi oleh serangan dari luar. Banyaknya tantangan terhadap peradaban Melayu harus dihadapi karena akan membuat semakin baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mas’ud HMN, Ketua Umum PKPM berpendapat, dalam menghadapi perkembangan peradaban diperlukan sebuah pembelajaran untuk mendapatkan solusi bagi persoalan-persoalan yang ada dengan mengedepankan cara-cara dialog.

“Kita ingin ada pembelajaran dalam menghadapi persoalan-persoalan dengan mengedepankan dialog,” pungkasnya. (FRI)

Loading...

Baca Juga