oleh

GPI: Bebasnya ABB Bukan Karena Kemanusiaan, Tapi Jokowi Ketakutan

Raja Ampat 720

SUARAMERDEKA – Rencana dibebaskannya Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dianggap sebagai bentuk Jokowi ketakutan.  Jika ABB mengalami sesuatu, pasti akan berdampak pada munculnya gelombang isu yang masiv.

Hal ini dikemukakan oleh Sekertaris Jendral Gerakan Pemuda Islam (Sekjen GPI) Diko Nugraha saar ditemui di markas GPI, Menteng Raya 58 Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2019). Di Menteng Raya 58 ini, beberapa ormas Islam sedang menunggu kebebasan ABB. Diantaranya GPI, FSI (Forum Syuhada Indonesia) dan FKAAI (Forum Komunikasi Alumni Afghanistan Indonesia).

Menurut Diko, meskipun saat ini mereka sedang menunggu kebebasan ABB, namun mereka tidak mengapresiasi pemerintah secara umum dan Jokowi secara khusus sebagai seorang Presiden, atas kebebasan ABB.

“Perlu dicatat, ABB sampai hari ini tidak pernah memohon grasi, tidak pernah meminta hak prerogatif presiden dan tidak pernah menggugat. Jadi ini adalah keinginan pemerintah, presiden khususnya, soal mempertimbangkan kemanusiaan,” jelas Diko yang juga Panglima FSI.

Baca Juga :  GPI dan Penggerak 212 Pilih Tidak Bicara Pilpres, Tauhid Yes Politik No

Namun Diko menyayangkan keputusan pemerintah yang baru membebaskan ABB menjelang pemilihan presiden. Status kebebasan ABB dengan alasan kemanusiaan atau kesehatan, hanyalah pembenaran belaka.

“Status ABB dibebaskan karena pertimbangan kemanusiaan dan kesehatan. Bagi kami, ini adalah politis, karena menjelang pilpres. Kalau pertimbangannya kemanusiaan, dari dulu dong. Sebelum ditentukan pencalonan kandidat,” tutur Diko.

Lanjut Diko, seharusnya jika alasan pembebasannya adalah HAM, maka Jokowi sudah melakukan hal tersebut jauh-jauh hari. Sehingga paling tidak, tidak memberikan kesan adanya usaha pencitraan sebagai calon presiden.

Bupati Manokwari

“Karena kalau mau dikeluarin, kemarin kemarin keluarin dong. Kok sekarang, mau pilpres. Jadi bebasnya ABB ini tidak terlepas dari suasana politik pilpres. Kalau demi kemanusiaan, dari kemarin keluarin dong,” tegas Sekjen GPI.

Diko justru melihat dibebaskannya ABB hanya masalah Jokowi ketakutan saja. Pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi hanya melakukan tindakan pencegahan saja. Menurutnya, manakala terjadi sesuatu hal pada ABB, akan memicu isu negatif terkait pencalonan Jokowi.

Baca Juga :  Puspenkum Kejagung Gelar Lomba Drone Kasi Penkum Se-Indonesia
“Saya melihatnya dari sisi Jokowi ketakutan saja. Jika ABB ada sesuatu di dalam, akan terjadi gelombang isu yang besar. Ini tindakan preventif pemerintah, untuk menjaga dinamika politik itu.”

Karenanya Diko mewakili semua santri ABB dan beberapa ormas Islam yang sedang berkumpul di Menteng Raya 58 tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan. Meskipun diakui Diko, mereka mensyukuri rencana dibebaskannya ABB dalam waktu dekat ini.

“Keluarga besar Menteng Raya 58 akan mengapresiasi, jika rezim Jokowi membebaskan seluruh tahanan politik dari kelompok Islam. Tentu saja yang dibebaskan adalah mereka yang tidak bersalah secara hukum pidana. Kalau yang menjadi tahanan karena berbau politik, harus dibebaskan,” tutup Diko. (OSY)  

Loading...

Baca Juga