oleh

Masyarakat Intelektual Harus Beri Solusi, Bukan Mengkritik Pemerintah

SUARAMERDEKA – Sebagai Intelektual harus memberikan saran dan masukan kepada pemerintah. Bukan dikritik lalu tidak memberi solusi. Kritik yang sekarang terjadi di Kabupaten Maybrat pada umumnya karena faktor ketidakpuasan saja.

“Kita harus paham Ensensi dari Bernegera, beragama dan bermasyarakat dulu lalu kita bisa kritik pemerintah. Tetapi kalau kita belum mengerti semuanya itu. Maka sebaiknya kita ikut saja apa yang di programkan oleh Pemerintah dan menjadi perioritas utama,” kata Willem Assem SE, (Minggu 3/3/2019)

Lanjut intelektual muda Maybrat ini, mereka yang non job akibat dari keterlibatan politik pilbub. Tetapi sesunggunya mereka-mereka itu harus sadar menerimanya karena berhubungan konsekuensi. Undang-Undang ASN jelas lalu kenapa harus ngotot. Faktor inilah sebagai pemicu pro dan kontra yg akhir terjadi konflik di Maybrat.

“Intinya bupati punya niat baik untuk membangun Kabupaten Maybrat dengan tindakan-tindakan nyata yang saat ini. Sebagai intelektual, Mahasiswa dan Tokoh-Tokoh harus mendukung sepenuhnya. Jangan lagi kita sebagai pemicu yang menghambat pembangunan di Kabupaten Maybrat,” ucap Willem.

Baca Juga :  Konflik Natuna: Saatnya Indonesia Lepas dari China. Opini Ainul Mizan

Menurut Willem, kehadiran Daerah Otonom Baru (DOB) bukan untuk kepentingan jabatan atau hal tertentu. Tetapi bagaiman Pemerintah bisa meminimalisir semua kesenjangan yang di hadapi oleh Masyarakat di Daerah itu sendiri. Soal jabatan atau pegawai adalah alat yang di butuhkan oleh masyarakat, dan harus bekerja melayani Masyarakat. (JFS)

Loading...

Baca Juga