oleh

“Puter Kayun”, Etnik Budaya Bertajuk Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2018

Leaderboard_720x120

Banyuwangi, — SuaraMerdeka.id — Salah satu agenda tahunan Banyuwangi Parade fashion etnik budaya bertajuk Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2018, merupakan salah satu agenda Banyuwangi Festival ( Bifes ), digelar, Minggu (29/07), Pukul 12.00. Wib.

Kali ini tajuk tema ‘Puter Kayun’, tradisi para leluhur warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri di Hari Raya Iedul Fitri, hari kesepuluh bulan Syawal, yaitu masyarakat menaiki dongkar (delman hias) menuju Pantai Watu Dodol dengan tujuan untuk menggelar selamatan.

Hadir di Bumi Blambangan, dalam acara tersebut , diantaranya Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Letjen. Purn. Luhut Binsar Panjaitan, Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Anwar Sanusi, Anggota Komisi IX DPR RI, sejumlah Deputi dan beberapa tokoh penting lainnya, turut menyaksikan langsug gelar carnival BEC.

Dalam sambutannya Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas (A3), mengatakan, BEC merupakan suguhan fashion berbalut atraksi budaya dengan konsep karnaval modern. Menariknya, even ini tanpa dikerjakan oleh Event Organizer (EO), tapi murni dikerjakan oleh rakyat dan PNS Banyuwangi.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Optimis Motifasi Polres Banyuwangi Dalam Pelayanan Berbasis IT

“Ini patut kami pamerkan, kami bangga atas kerja keras para seniman dan kolektivitas seniman dan budayawan. Tanpa EO, BEC telah berjalan dan bekerja selama tujuh tahun,” ungkap Bupati Anas.

Dijelaskannya, banyak orang bertanya, apa bedanya BEC dengan Jember Fashion Carnaval (JFC), disana ada EO, yang mengerjakan orang hebat dan mereka tim kreatif. Tapi BEC tanpa EO, pelaku-pelaku seni punya inisiatif yang bebas, dan budayawan punya inisiatif untuk menentukan tema.

Selain itu, tema BEC setiap tahun berubah, digali dari akar budaya Banyuwangi, yang dirumuskan oleh para budayawan dan olah sanggar-sanggar seni.

“Pemerintah hanya dibelakang, merekalah yang didepan, sehingga kami hanya Tut Wuri Handayani dalam kemajuan budaya dan pariwisata di Kabupaten banyuwangi,” Terang Anas, dalam sambutanya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Oap dan Suku Pendatang Kelaparan dan Sakit, Akibat Helikopter di Polis Line

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda memaparkan, dalam tema Puter Kayun’ terdapat 10 sub tema yang diterapkan dalam 120 busana etnik.

“Tahun ini kami ingin menyuguhkan suasana baru. Berbagi tentang makna filosofis dari sub tema yang diangkat. Sehingga mengeksplore lebih dalam tradisi lokal yang diangkat,” Papar Bramuda.

Banyuwangi Ferstival (Bifes), BEC tahun ini nuansanya benar-benar berbeda, karena ada 10 panggung yang mendukung selain panggung utama, dengan menyesuaikan sub tema BEC tahun ini. Sepuluh sub tema tersebut terdiri dari Kupat Lepet, Tapekong, Oncor-oncoran ( obor), Keris, Buyut Jakso, dan Gedogan. Ada juga sub tema jaran (kuda), dongkar (delman), ejeg (kusir), dan segoro (pantai) watu dodol.( Muhibut ).

Loading...

Baca Juga