oleh

Kisruh Banyak Nama Tak Terdaftar, Panitia PPS Sekayu Diamuk Warga

Raja Ampat 720

SUARAMERDEKA – Panitia PPS Sekayu (Pemungutan Suara pemilihan umum presiden 2019 Kecamatan Sekayu) Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kisruh. Warga setempat mengamuk dan mencaci mereka.

Amarah warga tersebut dipicu oleh hilangnya nama mereka dalam daftar pemilih tetap di TPS tempat mereka biasa mencoblos pada pemilu legislatif dan pemilihan Presiden. Mereka juga tidak mendapat undangan mencoblos.

“Bagaimana ini pak. Kalau tidak ada nama kami disini, berarti kami tidak bisa mencoblos pasangan calon presiden,” kata warga kepada panitia PPS Sekayu.

Meskipun suasana sempat memanas tapi bisa diredam oleh pihak panitia TPS. Mereka diberikan pengertian terkait mekanisme pemilihan umum yang digelar pada 17 april 2019 dalam waktu dekat ini.

Baca Juga :  Gunung Hutapea: Demi Persatuan Bangsa, KNPI Tak Perlu Kongres Lagi
“Bapak bapak jangan kwatir kalian dipastikan bisa memilih calon presiden. Asal bapak membawa KTP pada saat pemungutan suara berlangsung, bapak datang saja nanti,” Jelas panitia PPS Sekayu.

Kejadian ini bukan yang sebenarnya, tapi merupakan Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Surat Suara yang diadakan oleh KPU Musi Banyuasin yang digelar digedung Stabel Berkuda pada Minggu (14/4/2019) pagi.

Bupati Manokwari

Dijelaskan Ketua KPU Muba, Drs. Maryadi Mustofa, digelarnya simulasi ini bisa menggambarkan semakin kuatnya persiapan jajarannya menghadapi penyelenggaraan Pemilu 2019. Dalam simulasi tersebut akan diketahui persoalan dan masalah yang muncul terkait teknis pemungutan dan penghitungan suara.

“Kita berharap pemilu berlangsung lancar dan kredibel dan terhindar dari kesalahan-kesalahan teknis,” kata Maryadi sebelum pelaksanaan simulasi dimulai.

Baca Juga :  Kapolsek Cengkareng Bantu Pasang Listrik Gratis Warga

Dari simulasi itu juga ia berharap agar KPPS memerhatikan detil hingga hal terkecil dalam penyelenggaraan pemilu di TPS. KPPS harus menentukan siapa yang bertugas sebagai KPPS 4 dan 5. Karena harus diisi orang-orang yang paham siapa saja yang berhak menggunakan hak suaranya.

Sementara itu, simulasi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dimulai dengan pengambilan sumpah dari seluruh anggota KPPS. Setelah itu, penghitungan surat suara yang akan digunakan hingga proses pemungutan suara.

Simulasi ini melibatkan sejumlah unsur. Seperti Bawaslu, warga di sekitar Kantor KPU Muba, pemilih pemula, dan pemilih yang sudah paruh baya. (SHM)

Loading...

Baca Juga