oleh

Pengucapan Jancuk Yang Baik dan Benar Menurut Ejaan Suroboyo Asli

Pengucapan Jancuk Yang Baik dan Benar Menurut Ejaan Suroboyo Asli. Oleh: Adi Yahya, Pemerhati Surabaya.

Tidak banyak orang yang bukan berasal dari Surabaya atau paling tidak dari Jawa Timur, dapat mengucapkan kata Jancuk yang baik dan benar. Hati-hati mengucapkan kata keramat, yang sampai sekarang masih diperdebatkan penggunaannya. Orang Jawa Timur pasti mengenali jika yang mengucapkan itu bukan orang Surabaya asli.

Arti kata Jancuk sendiri menurut saya adalah sebuah kata pengganti yang mempunyai sejuta arti. Menurut saya, kita baru bisa mengartikan kata ini dengan tepat, apabila kita bisa melihat ekspresi wajah sang pengucap kata ini.

Sebagai contoh. Jancuk enak temen rawon iki, yang artinya adalah jancuk enak sekali rawon ini. Dalam kalimat ini, kata jancuk bisa diartikan “Ya ampun”. Ya ampun enak sekali rawon ini. Saya yakin, gestur sang pengucap pasti tidak menunjukkan ekspresi emosi, marah, atau ekspresi negatif lainnya.

Baca Juga :  Edi S. Kadinsos Banyuwangi, Akan Segera Panggil Oknum KPM

Namun jujur harus saya akui, pengucapan kata ini, banyak dipakai untuk mengekspresikan kekesalan atau kemarahan. Makanya saya tidak heran kalau banyak yang menganggap kata ini lebih bermakna sumpah serapah. Tapi saya ulangi, lihatlah wajah orang yang mengucapkan kata ini, agar anda tidak salah mengartikan kata Jancuk, karena artinya selalu dikaitkan dengan momen ketika kata itu diucapkan.

Sekarang mari kita masuk pada cara mengucapkan Jancuk yang baik dan benar. Dibutuhkan latihan yang intensif dan kemauan yang keras untuk bisa mengucapkannya dengan sempurna. Jika tidak, orang pasti tahu kalau anda bukan orang Suroboyo, atau paling tidak orang Jawa Timur.

Huruf pertama dalam kata ini adalah huruf “J”, huruf kedua adalah “A’ dan huruf ketiga adalah “N”. Jika anda mengucapkan “JAN”, maka itu adalah sebuah kesalahan besar. Karena pengucapan yang benar adalah “JHAN”, harus ada huruf H diantara J dan A. Pastikan ada hembusan udara yang keluar dari mulut anda.

Baca Juga :  Catatan Untuk Umat Nasrani Indonesia, Tidak Memilih Dia Juga Tidak Berdosa

Huruf selanjutnya adalah “CUK”. Yang menjadi kunci dari tiga huruf ini adalah huruf “U”, jangan pernah mengucapkan “U” karena ini adalah kesalahan besar lainnya. Huruf ini diucapkan arek Suroboyo dengan “O”, seperti kita mengucapkan huruf O pada kata SOTO atau GO (bahasa Inggris).

Ada satu hal penting yang harus selalu anda ingat, perhatikan sekali bagaimana cara orang menggandengkan huruf JAN dengan CUK dalam pengucapannya. Jika cara mengucapkan JAN dengan CUK itu diucapkan langsung, maka biasanya kata jancuk itu bermakna positif.

Jika penggandengan kata JAN dan CUK itu disertai dengan jeda dan ada dengungan, maka hampir bisa dipastikan kalau kata itu bermakna negatif. BIasanya, semakin negatif makna kata itu, akan disertai dengan posisi kepala yang maju, dan mata melotot. Itu pasti, lha wong orang lagi ngamuk. Jhancok.

Loading...

Baca Juga