oleh

Mr.Kan : Jokowi Minta Relawan Siap Berkelahi, Berunsur Provokatif Dan Bertentangan Dengan UU.

Leaderboard_720x120

Oleh  :  Mr.Kan Pengamat Hukum Dan Politik.

Saya menanggapi penyampaian Pak Jokowi mengenai ” Jokowi Minta Relawan Tak Cari Musuh, Tapi siap berkelahi.

Bapak Presiden Joko Widodo yang terhormat, Berdemokrasi tidak harus siap berkelahi, kecuali kita sedang berdemograzy !!!

Jaman dulu atau JADUL sekitar tahun 80 an, semasa kami masih menjadi anak-anak sangat sering berkelahi, seringkali perkelahian terjadi karena ada anak dewasa yang memprovokasi agar kami berkelahi, jaman sekarang di Jakarta ada istilah tawuran atau berkelahi dan atau berduel ramai-ramai.

Yang disebut berkelahi adalah sama-sama melakukan suatu tindakkan kekerasan yang dapat menimbul korban dan luka-luka.

Apabila perkelahian terjadi pada anak dewasa yang sudah cukup umur maka kejadian ini dapat dibawah ke ranah perkara PIDANA, yakni dapat dijerat pasal 184 KUHP dan atau pasal 351 KUHP, dan apabila perkelahian terjadi pada anak-anak yang khusus menagani adalah lembaga KPAI.

Mengapa perkelahian dapat dijerat hukum pidana? karena perkelahian adalah suatu tindakan kekerasan untuk membela diri atau ingin menunjukkan diri seseorang itu lebih kuat dari lawannya, di dalam ilmu hukum, setiap tindakkan kekerasan yang dapat menimbulkan korban dapat dijerat hukum pidana, arti singkat perkelahian adalah main hakim sendiri.

Baca Juga :  Jokowi, Demi Hukum Harus Mengundurkan Diri Dari Jabatan Presiden

Sikap kita berdemokrasi sebagai rakyat Indonesia tentu harus semakin dewasa, soal politik, pendapat kita semuanya boleh berbeda, pilihan kita juga boleh berbeda dan soal politik kita juga boleh berdebat, namun harus selalu menjaga sikap yang profesional dan bernilai positif khususnya untuk membela kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

Berdasarkan pasal 28 UUD 1945, setiap warga negara Indonesia punya hak sepenuhnya dan dijamin UU dan juga dijamin UU internasional yakni UU HAM untuk bebas mengeluarkan pendapat di muka umum, baik berupa lisan maupun tulisan, berekspresi dan lain sabagainya.

Namun sebagai WNI kita juga punya kewajiban untuk menaati UU yang berlaku, bukan juga semua orang bebas ceplas ceplos dan bisa bertindak sesukannya, semua harus ada aturannya, dimana ada kehidupan manusia disana pasti ada aturan hukum dan UU yang berlaku.

Baca Juga :  Untuk Apa Kiyai Ma’ruf Amin, Untuk Apa Sandiaga Uno

Selanjutnya kita harus menyadari, kita semuanya adalah teman dan saudara-saudari yang se-bangsa dan se-tanah air, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan, Apa pun yang sedang terjadi di dalam negeri, jangan sampai kita terpecah belah.

Dan perlu kita sadari tidak ada rakyat yang berpolitik didalam suatu negara semuanya hanya mendukung satu sisi, kecuali pemimpin negara yang otoriter memaksakan rakyatnya harus mendukung satu sisi.

Masih mendingan jika negara yang sudah maju lalu pemimpinnya bersifat otoriterisme, kalau seandainya suatu negara yang posisi diambang kehancuran lalu ingin terapkan otoriterisme sangat patut dipertanyakan, pasti ada sesuatu yang tidak cocok dan tidak adanya keadilan didalam kepemiminan seperti itu.

Nah apakah sudah benar Pak Jokowi minta Relawan Tak Cari Musuh, Tapi Siap Berkelahi? Saya kira penyampaian Pak Jokowi satu ini mungkin memiliki unsur provokatif dan sangat jelas bertentangan dengan undang-undang.

 

Loading...

Baca Juga