oleh

Apakah Ini Efek Pidato Jokowi.? Ancam Pembunuhan & Ancaman Chaos Jika Jokowi Kalah Pemilu Kini Mulai Muncul?

Leaderboard_720x120

Jakarta, Suaramerdeka.id–Belum sepekan pidato Jokowi didepan relawannya agar berani jika diajak berantem. Dalam video pidato tersebut ucapan Jokowi disambut gemuruh ribuan relawan dengan yel yel kami semua petarung dan gemuruh yel yel tersebut dibiarkan sekitar semenit. Sepertinya Jokowi sangat menikmati yel yel tersebut. Kini muncul ancaman pembunuhan terhadap ustadz Abdul Somad dan ancaman chaos berdarah darah jika Jokowi kalah dalam pemilu 2019. Redaksi telah meminta tanggapan via telpon pada Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo sbb,

“Ya saya juga telah melihat dan membaca berita yang kini sedang viral di media sosial tentang ancaman pembunuhan dan chaos jika sampai Jokowi kalah dalam pemilu 2019. Saya juga sependapat dengan tanggapan publik, kemungkinan itu efek karena pidato Jokowi tersebut. Oleh karena itu seorang pemimpin wajib paham terhadap hukum supaya terhindar dari ucapan, sikap dan tindakan yang melanggar hukum. Kalau paham hukum pasti tidak akan berkata begitu,” (relawan kalau ditantang berkelahi harus berani: red).

Baca Juga :  Aktivis dan Wartawan Minta Penjelasan Terkait OTT Oknum LSM

“Tapi akan berkata Kalau ada yang menantang berkelahi, jangan dilayani cukup lapor polisi. Bukan karena kita takut, tapi karena kita taat hukum dan kita paham NKRI adalah Negara hukum. Menantang berkelahi, melayani tantangan berkelahi adalah TINDAK PIDANA yang diatur KUHP. Yang menyuruh menerima tantangan berkelahi pun bisa dipidana,bahkan yang meneruskan tantangan juga diancam pidana,” ucap Anton,Rabu (8/8)

“KUHP berlaku bagi setiap orang tanpa terkecuali, baik yang paham atau tidak paham KUHP. KUHP mengatur larangan berkelahi, karena mengganggu ketertiban umum. Bisa dikaji di BAB VI PERKELAHIAN Pasal 182 dan pasal 55 KUHP,” Ujar Anton.

“Apa yang kita khawatirkan kini menjadi kenyataan, ancaman pembunuhan terhadap ustadz Abdul Somad dan ancaman chaos berdarah-darah muncul dan menjadi viral di media sosial. Tentu ini tidak boleh diabaikan oleh polri dengan pasukan Cyber Crimes nya. Polri harus cepat bertindak karena ini bukan delik aduan dan polri bisa gunakan UU ITE yang ancaman pidananya cukup berat 12th penjara dan denda milyaran rupiah. Jangan sampai menunggu ancaman2 tersebut menjadi kenyataan,” Tegas Anton Digdoyo mantan Jendral Polri yg kini aktif berdakwah dan sangat dekat dengan rakyat mengingatkan via telpon. ( M. Ilham )

Leaderboard_720x120
Loading...

Baca Juga