oleh

Dugaan Pungli di Kemas Paket di BPN Tangerang Selatan

Leaderboard_720x120

Tangsel, Suaramerdeka.id – Ada dugaan terjadi Pungutan liar (PUNGLI) di Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan yang di kemas dengan bahasa paket. sehingga meresahkan masyarakat yang akan memohon pembuatan sertifikat tanah.

Apabila sipemohon tidak membayar paket yang dimaksud, maka jangan harap berkas untuk pembuatan sertifikat akan berjalan dengan lancar.

Salah satu dugaan terjadinya pungli adalah di loket pendaftaran pengakuan Hak, sebagaimana yang dialami oleh sipemohon yang bernama Bagus, berkasnya sudah lengkap, tetapi petugas terang terangan meminta uang paket ke sipemohon dan selalu mencari kesalahaan, pada akhirnya sipemohon harus bayar paket biar lancarnya berkasnya.

“Saya harus bayar Surat Perintah Setor (SPS) dengan luas tanah 45 m2 dan kemana harus membayarnya” Bagus saat bertanya ke petugas loket yang berinisial WWT.

Baca Juga :  Wakil Tuhan Kembali Ditangkap KPK 

“Siapin aja dua juta setengah sekalian bayar paketnya dan tanda terima langsung saya kasih.” kata petugas loket yang berinisial WWT tersebut.

Menurut aturan yang ada pembayaran Surat Perintah Setor (SPS), adalah Sekitar Rp. 500 ribu, dan tidak diterangkan wajib bayar.

Team Saber Pungli yang di bentuk oleh pemerintah saat ini, di duga tidak berani masuk ke ranah BPN Kota Tangerang Selatan, sehingga pungli makin merajalela dengan kedok paket yang amat sangat merugikan Masyarakat yang akan membuat Sertifikat Tanahnya.

Harapan masyarakat agar Airin selaku Walikota Tangerang Selatan segera menindak dan memberikan sanksi kepada onum oknum petugan BPN Kora Tangsel yang telah melakukan pungli dan hanya untuk memperkaya diri sendiri, yang notabennya Uang masyarakat untuk membayar pajak tidak masuk ke kas Negara. (Tubagus)

Leaderboard_720x120
Loading...

Baca Juga