oleh

Sekjen PB HMI: Pembentukan Koopsus TNI Memunculkan Polemik Baru

SUARAMERDEKA.ID – Sekjen PB HMI, Taufan Ikhsan Tuarita menilai pembentukan Koopsus TNI (Komando Operasi Khusus) beberapa hari yang lalu Selasa, 30 Juli 2019, di Mabes TNI, Cilangkap adalah bentuk kegagalan pemerintah dalam membentuk pasukan anti teror di Indonesia. Tumpang tindih pembagian kerja dengan kesatuan anti teror yang lain berpotensi memunculkan polemik baru.

Ditemui di Sekretarait PB HMI, Selasa, (6/8/2019), Taufan Ikhsan Tuarita menilai pemerintah cenderung gagal dalam membentuk pasukan anti terror di Indonesia. Dibentuknya Koopsus TNI yang sebagian tugasnya adalah anti terror di Indonesia menandakan kegagalam dari pasukan anti teror yang sudah ada.

“Pertama, saya melihat ini sebuah kerancuan dari solusi atas kondisi terorisme di Indonesia. Pembagian kerja antara kesatuan anti teror akan menjadi polemik baru. Yaitu pengambilan keputusan dari sebuah teror nantinya akan bergejolak dari sisi instruksi wewenang yang berbeda. Dan, dari Perpres tahun nomor 42 tahun 2019, saya menilai belum adanya ukuran yang jelas atas pembagian tugas,” kata Sekjen PB HMI.

Baca Juga :  Nasib Jokowi Akan Seperti Sukarno dan Soeharto, Tumbang!

Lanjut Taufan Ikhsan Tuarita, kedua, Koopsus TNI yang digadang sebagai pasukan khusus yang beranggotakan dari tiga matra pasukan elit yaitu Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara akan menjadi produk baru yang lebih mapan.

“Tapi pertanyannya, apalagi yang menjadi tolak ukur kemampuan dari pasukan khusus tersebut? Ini patut dipertanyakan,” ujar Taufan Ikhsan Tuarita.

Pertimbangan ketiga adalah pembengkakan anggaran menjadi besar. Dari literatur yang dibacanya, pengajuan anggaran mencapai angka 1,5 triliun. Dengan pembangunan sarana prasarana dan kebutuhan lainnya. Angka yang cukup besar untuk sebuah pasukan anti teror.

“Ini sebuah kerancuan di antara pasukan-pasukan anti teror. Mulai dari Densus 88, BNPT dan Koopsus. Harus ada aturan yang jelas terhadap satuan komando dan tugasnya,” tegas Sekjen PB HMI. (OSY)

Loading...

Baca Juga