oleh

Benahi BUMDes Jadi Perusahaan Big Data Centre Desa

SUARAMERDEKA.ID – Rumah Milenial menyelenggarakan seminar nasional dengan salah satu topik yang dibahas “Benahi BUMDes Menjadi Perusahaan Big Data Centre Desa”. Hadir sebagai pembicara Taufik Madjid (Dirjend PPMD Kementerian Desa), Budiman Sudjatmiko (Ketua Umum Inovator 4.0) dan Irendra Radjawali (Inovator 4.0). Seminar diadakan di Gedung Juang pada Senin, (12/8/2019).

Taufik Madjid memaparkan penggunaan dana Desa untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dan harus sesuai dengan kondisi Desa.

“Ada sekitar 74 ribu lebih desa yang menerima dana desa. Dana yang diterima harus dikelola dengan baik sehingga menjadikan desa sebagai basis utama pembangunan. Ada 46 ribu BUMDes tetapi animo anak muda sangat kurang. Dana desa ini bukan sekedar masalah dana yang digelontorkan oleh pemerintah tetapi masalah kewenangan yang besar diberikan untuk desa. Status BUMDes bukan badan hukum tetapi bisa mendirikan usaha berbadan hukum,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi: Mamak-Mamak di Papua, Papua Barat, Saya Tahu

Ketua Umum Inovator 4.0 sekaligus anggota DPR RI PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, mendorong pemuda Indonesia untuk memegang kendali penyelenggaraan pemerintahan tingkat desa. Pemuda Indonesia diharapkan menjadi penggerak pemerintahan desa untuk menjemput revolusi 4,0.

“Orang muda harus menjadi bagian dari pemerintahan desa untuk menggerakan pembangunan tingkat desa,” ujarnya.

Dengan adanya UU Desa, kata Budiman, pemerintah desa tidak mengalami kendala dari segi ketersediaan dana pembangunan. Dana Desa bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dasar desa. Dana Desa juga bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat  demi meningkatkan sumber daya manusia di desa.

“Pemuda mesti bisa mengambil peran untuk memberikan pendampingan terhadap masyarakat,” katanya.

Selain membahas tentang BUMDes, Seminar Nasional ini juga membahas tentang ‘Bebersih BUMN dari Radikalisme dan Korupsi’. Hadir pembicara seperti KH. Ahmad Ishomuddin Rais Syuriyah PBNU, Ketua Umum PB HMI Saddam Al Jihad, Ketua Umum PB PMII Agus Herlambang, Fadjroel Rachman Komisaris PT Adhi Karya, dan Pemerhati BUMN Hotasi Nababan.

Ketua Umum PB PMII Agus Herlambang mengatakan bahwa radikalisme telah menjadi kegelisahan bersama dalam komunitas Cipayung yaitu PMII, HMI, GMKI, GMNI, PMKRI, IMM, dan lainnya, lantaran paham ini sudah masuk ke dalam BUMN hingga Kementerian.

Baca Juga :  Sandiaga Uno dan Pangdam Jaya Hadiri Sosialisasi Pancasila di Setu Babakan

“Jadi BUMN jangan hanya memikirkan keuntungan saja, namun harus memperhatikan perkembangan komunitas. Harus jadi pioner pemerintah untuk sejahterakan sekaligus sadarkan masyarakat soal persatuan dan kesatuan,” kata Agus. (MIL)

Loading...

Baca Juga