oleh

Republik Indonesia Bab Dua/Pasca Jokowi (16): Dalang Segala Bencana (2)

Republik Indonesia Bab Dua/Pasca Jokowi (16): Dalang Segala Bencana (2). Oleh: Sri-Bintang Pamungkas, Aktivis.

Dari Kamus Umum dan Kamus Psikologi bisa dibaca tentang Schyzophrenia sebagai berikut:
A mental illness in which a person is unable to link her or his thoughts and feelings to real life, suffers from delusions and withdraws increasingly from social relationships into a life of the imagination.

Di situ dibilang, schizophrenia sebagai sebuah “penyakit jiwa”, di mana penderitanya tidak mampu menghubungkan segala pikiran dan perasaannya ke dalam kehidupan nyata… dia menderita salah perkiraan atau kehilangan perasaan dan kepercayaan pada dirinya ( delusion… dari apa yang dilihat dan dengar, seperti halnya orang tidak waras) dan semakin menjauh dari hubungan sosial dengan memasuki alam kehidupan maya (alam mimpi, yang hanya dia sendiri yang tahu).

Orang bercerita, bahwa Joko di suatu tempat pemakaman di Solo pernah memamerkan dirinya bermain-main dengan ular besar dengan memanggil orang dan wartawan. Orang menjadi kagum kepadanya dan beritanya pun menyebar ke mana-mana…

Jokowi mempunyai kecenderungan memperlihatkan kepada khalayak, bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain… dan baginya itu sesuatu yang hebat dan luar biasa tentang dirinya. Waktu menjadi Walikota Solo, dia menunjukkan banyak hal yang orang menganggap “tidak mungkin”, menjadi mungkin dilakukan…

Banyak proyek yang aneh-aneh bagi orang normal dibuatnya… dan dia berhasil. Di antaranya adalah berhasil memindahkan 23 PKL, yang bertahun-tahun menolak pindah dari wilayah elit Banjarsari, membenahi Taman Balekambang milik Keraton Surakarta, menjadikan Solo sebagai Kota Warisan Dunia, mengadakan Festval Musik Dunia di Benteng Vastenburg, merenovasi Pasar-pasar Tradisional, dan masih banyak lagi yang lain… Jokowi pun berhasil menjadi Walikota Terbaik Dunia… Nama Jokowi menjadi tersohor sampai di Amerika dan Eropa…

Tetapi di balik keberhasilannya itu, sampai kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, banyak cerita tidak sedap menyelimuti dirinya. Terutama yang terkait dengan pengusaha-pengusaha Cina di sekelilingnya, antara lain, terbakarnya Pasar Klewer, tempat bursa tekstil terbesar di Jawa yang mirip Tanah Abang di Jakarta, skandal HGU untuk Benteng Vastenburg, dijualnya Pabrik Es Petojo, cornerstone awal industrialisasi Solo, untuk dibuat hotel… dan habisnya tempat-tempat strategis Solo di tangan para Aseng! Last but not least adalah milyaran biaya kampanye Jokowi betasal dari para 9 Naga Solo…

Baca Juga :  Jagain Ibukota, Anies Siaga 24 Jam, Sebuah Opini Tony Rosyid

Di samping itu banyak pula pernik-pernik tipuan yang membayangi kegiatan “Solo Hebat”-nya Jokowi, seperti Kartu Beasiswa yang dikorupsi, Konsep Kartu Sehat yang dicurinya dari orang lain, proyek-proyek Solo Asri dan terakhir Skandal Mobil Esemka… Semua proyek berakhir hilang tak berbekas karena semua dirancang secara instan, akal-akalan dan mendadak…

Mimpi-mimpi Jokowi ternyata bisa menjadi kenyataan karena banyak orang yang tergila-gila ikut membantu mewujudkannya. Tidak kurang dari jagoan-jagoan Jakarta dengan ratusan milyar dana, yang tergiur oleh mimpi-mimpi Jokowi, lalu mendukungnya serta mengantarkannya menjadi Gubernur DKI… bermodalkan Mobil Esemka (dari SMK, Sekolah Menengah Kejuruan di Manahan Solo)… Sekarang mereka merasa tertipu… tertipu oleh halusinasi hasil otak sakit jiwanya Jokowi.

Baca Juga :  Negeri Tak Bermoral, Sebuah Opini Hasin Abdullah
Berpasangan dengan Ahok Jokowi berhasil mengalahkan pasangan Foke di putaran pertama. Radio BBC London dalam siaran beritanya menyampaikan pertanyaan yang membikin banyak warga kaget: “Apakah masyarakat Jakarta sudah siap menerima tokoh yang Bapaknya Cina dan Ibu Jawa…?!” Orang pun mulai mencari tahu siapa Jokowi…

Orang pun mulai bicara siapa Jokowi… Perkenalan Jokowi dengan Ahok ditandai dengan kunjungan Ahok beberapa kali ke Loji Gandrung, Rumah Dinas, Walikota Solo. “Dalam pertemuan mereka selalu memakai baju kotak-kotak… seperti saat Aidit menemui Walikota Oetomo Ramlan!”

Oetomo Ramlan adalah tokoh PKI yang menang menjadi Walikota Solo pada sekitar 1960an. Kunjungan tokoh nasional PKI seperti Aidit kepada Oetomo Ramlan tidaklah terlalu mengagetkan… mereka pun sama-sama memakai baju simbol Komunis Internasional. Yang menarik adalah, baik Aidit maupun Ahok, keduanya, sama-sama dari Belitung…

Mungkinkah Babah Oey juga satu kelompok dengan Aidit…?! Yang jelas, Jokowi bersama Ahok melaju terus ke Kantor Gubernuran DKI Jakarta… meninggalkan separuh jabatannya di Solo.

Loading...

Baca Juga