oleh

Bangunan Ex RSUD Raha Muna Dijarah, Yang Tersisa Hanya Tembok

SUARAMERDEKA – Kondisi bekas Rumah Sakit Umum Daerah Raha (Ex RSUD Raha) kabupaten Muna Sulawesi Tenggara kini terlihat memprihatinkan. Bangunan ini hanya menyisahkan bangunan tembok, sedangkan bagian lainnya nampak hilang.

Ribuan lembar Seng dan puluha Kuseng, daun Pintu jati, serta kaca jendela, pintu besi besar yang terbuat dari besi stainlees, dan pintu UGD yang terbuat dari besi, semua telah hilang. Menurut penuturan warga setempat, barang-barang tersebut dijarah orang selama beberapa hari ini.

Bahkan pagar besi dengan panjang sekitar 100 meter serta paving lantai halaman parkir sudah tidak ada lagi. Menurut beberapa warga setempat, ada beberapa barang berharga di dalamnya, diduga ikut dijarah.

Sejumlah masyarakat pada akhirnnya juga ikut melakukan pembongkaran. Beberapa hari ini, salah seorang warga mengaku jika dirinya melakukan pembongkaran. Ia beralasan, sejak beberapa hari ini sudah ada truk dan pickup yang mengangkut bongkaran bangunan Ex RSUD Raha tersebut.

Plt. Direktur RSUD Raha, Siti Nurwiah SE yang dihubungi melaui via ponselnya, mengaku tidak tahu menahu soal Ex RSUD Raha. Ia beralasan bahwa tugasnya hanya sebatas pelaksana.

“Saya tidak tahu  soal penjarahan itu. Dan setahu saya Ex RSUD Raha itu sdh diserahkan ke aset,” kata Siti Nurwiah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Hasdima yang ditemui suaramerdeka.id, Minggu (17/3/2019) mengaku belum mengetahui adanya penjarahan pada bangunan bekas RSUD lama.

“Setahu saya sudah diserahkan ke aset. Dan jika itu betul ada penjarahan, harus dilaporkan ke pihak berwajib,” tandasnya.

Di lain tempat, Ketua Komando Pejuang Merah Putih (KPMP ) Kabupaten Muna Alimin SE menyayangkan kejadian ini.

“Kami dari KPMP mengecam tindakan orang tak bertanggung jawab dengan penjarahan tersebut. Karena bangunan itu sudah menjadi aset daerah yang semestinya harus dijaga. Dan jika terjadi penjarahan terhadap bekas RS lama dan dinas terkait tidak melaporkan hal ini ke kepolisian. Sementara belum ada penyerahan. Kami dapat menduga ini adalah permainan. Lain halnya jika sudah ada penyerahan,” ungkap Alimin.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Muna, Samuri, mengaku belum megetahui adanya pembongkaran ex RSUD Muna 2 tersebut. Senada dengan yang lain, dirinya pun menyesalkan kejadian ini.

“Saya masih diluar kota, dan sejauh ini saya belum mendengarkan itu semua. Kalau betul ada, itu sangat disayangkan. Bangunan besar sebagai aset pemda dijarah, bukannya dijaga atau dipelihara,” sesal Samuri.

Lanjut samuri, bahwa bangunan Ex RSUD Raha tersebut sebenarnya bisa direhab untuk bisa difungsikan. Terlepas apa pun penggunaannya nanti.

“Tentu biayanya sangat jauh berbeda jika bangun baru. Sebab jika melihat kondisi dalam gambar ini, sama saja membangun baru. Nantinya dengan biaya yang cukup besar,” jelas Samuri.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Amrin Fini SE belum bisa ditemui karena tidak ada di tempat. (MAC)

Loading...

Baca Juga