oleh

Bimtek Produksi Benih Padi di Gayo Lues Disponsori Anggota DPR RI

SUARAMERDEKA.ID – Kondisi geografis Gayo Lues yang merupakan daratan tinggi dan di kelilingi lereng gunung, menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Menyikapi hal ini, Dinas Pertanian Gayo Lues gelar bimbingan teknis bagi para petani Gayo Lues guna membantu para petani. Dalam pengoptimalan lahan dan produksi padi di Kabupaten.

Anggota DPR RI, H. Irmawan berikan dukungan untuk pengembangan lahan pertanian di kabupaten Gayo Lues. Dalam mencapai tujuan tersebut, Irmawan jalin kerja sama dengan MUSLITBANG Pertanian Bandung. Bintek yang bertempat di pendopo tersebut, turut menghadirkan Pemerintah kabupaten dan dinas pertanian sebagai mitra kegiatan.

Demi menjawab tantangan era global dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat serta pandemi berkepanjangan. Pemutakhiran teknologi produksi dan pengembangan bibit unggul menjadi jalan keluar yang menjamin. Untuk itu, pengadaan pembimbingan teknis menjadi sangat krusial bagi para petani di era global ini.

Baca Juga :  Dalam "Cerita Senye" Bupati Menyapa Para Pendengar Radio RRI Takengon

Kepala Pusat LITBANG Pertanian, Dr. Priatna Sasmita, M.Si menilai Gayo Lues perlu memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada. Dengan jumlah penduduk menembus angka 90.000 jiwa, Gayo Lues memerlukan produksi pangan 10.000 ton produksi. Lebih lanjut, Priatna menuturkan ada beberapa poin yang harus di perhatikan dalam pengoptimalan produksi pangan di gayo Lues. Mulai dari pemilihan bibit unggul, penilaian kondisi lahan, ketersediaan benih, hingga pengaplikasian alat bantu produksi.

“Dengan kondisi geografis Gayo Lues yang berada di daerah dataran tinggi, kita perlu juga memilah bibit padi yang cocok. Untuk dataran tinggi agar produksi padi kita dapat maksimal” jelas Priatna.

Pritna mengaku kondisi produksi pangan jenis padi mengalami penurunan dari tahun 2020 lalu, hal ini terjadi akibat adanya peralihan jenis pangan lain, seperti jagung dan umbi-umbian. Namun, ia mengungkapkan bahwa hal ini tidak bisa menjadi tolak ukur ketidakberhasilan negara dalam penyediaan pangan.

Baca Juga :  Yonas Yewen: SKPD Maybrat Alihkan Proyek Tanpa Persetujuan DPRD

“ini hanya masalah pilihan jenis pangannya, produksi padi secara nasional memang menurun, tapi dengan ada peralihan komoditi lain, lumbung pangan nasional tetap aman” ungkap Priatna.

Wakil bupati Gayo Lues, H. Said Sani turut memberikan komentar mengenai kegiatan tersebut. Said menghimbau agar seluruh peserta nantinya dapat mengikuti program dengan baik dan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang di peroleh setelah bimbingan.

“saya harap dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu para petani kita, terlebih dimasa pandemi ini, lumbung pangan terus menipis, dengan hadirnya inovasi dan teknologi baru, semoga dapat memaksimalkan produktifitas padi di kabupaten” jelas Said.(WIN)

Loading...

Baca Juga