oleh

Bukber Bersama Anak Yatim dan MBI, Bamsoet Ajak Perkuat Ikatan Kebangsaan

SUARAMERDEKA.ID – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengingatkan bulan Ramadhan bukan hanya sekedar bulan puasa dan ibadah bagi umat Islam. Lebih dari itu, bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat ikatan
kebangsaan, terutama pasca Pemilu 2024 yang baru saja dilalui bersama.

“Usai Pemilu 2024 kita telah melihat bagaimana perbedaan pendapat dan pandangan politik dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, bulan Ramadan memberikan kesempatan bagi kita semua untuk kembali bersatu, merangkul perbedaan dan memperkuat ikatan kebangsaan,” ujar Bamsoet saat menghadiri buka puasa dan santunan anak yatim bersama Motor Besar Indonesia (MBI) di Jakarta, Sabtu (30/3/23).

Baca Juga :  Ketua Umum IMI Bamsoet Dukung Gelaran Pecah VW 2024 Dapatkan Rekor MURI

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menerangkan, bulan Ramadan mengajarkan untuk mengendalikan diri, baik dalam hal mengendalikan hawa nafsu maupun emosi. Ini adalah pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks dinamika politik pasca pemilu. Dimana semua anak bangsa harus mampu menjaga kedamaian dan stabilitas bangsa.

“Mari kita renungkan tentang nilai-nilai toleransi dan perdamaian yang diajarkan dalam agama Islam, yang sangat relevan dalam konteks keberagaman dan pluralitas bangsa Indonesia. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat toleransi antar umat beragama, saling menghormati, dan menjaga perdamaian di tengah-tengah perbedaan yang ada,” kata Bamsoet.

Baca Juga :  Karena Pesta Miras, FF Setubuhi Anak di Bawah Umur

Ketua Dewa Pembinan Motor Besar Indonesia (MBI) dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menambahkan, bulan Ramadan juga memberikan kesempatan untuk merenungkan peran dan
tanggungjawab para pemimpin dalam membangun bangsa yang lebih baik. Para pemimpin harus bertanggungjawab atas pembangunan yang inklusif, adil, berkelanjutan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebenaran dalam setiap langkah dan kebijakan yang diambil.

“Selain itu, kita harus mengambil momentum Ramadan untuk memperkuat solidaritas dan rasa persaudaraan antar sesama anak bangsa. Melalui berbagai kegiatan sosial, amal, dan pengabdian kepada sesama, kita dapat memperkuat ikatan kebersamaan dan semangat gotong royong dalam masyarakat,” pungkas Bamsoet. (RED).

Loading...