oleh

CBA: KPK Dilemahkan, Malah Dapat Kado Istimewa Senilai 51 Miliar

SUARAMERDEKA.ID – Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2020 ini mendapatkan kado istimewa dari pemerintah yang dipimpin Joko Widodo. Kado tersebut berupa asuransi kesehatan dan jiwa senilai puluhan miliar untuk Firli Bahuri dan pejabat KPK

“Asuransi kesehatan dan jiwa KPK di tahun 2020 memang bombastis, totalnya sebesar Rp.51.242.001.000. Nampaknya dengan kado yang diberikan Joko Widodo dan DPR ini cukup membuat KPK terbuai dan pada akhirnya lemah alias melempem. Entah memang ada niat atau tidak dari Joko Widodo. Kita bisa melihat kondisi KPK yang menyedihkan saat ini,” kata Jajang Nurjaman, di Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Menurut Koordinator Investigasi CBA, kado istimewa Jokowi untuk jajaran pejabat KPK sampai 51 M ini terasa mubazir. Karena kinerja KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri terlihat melempem, bahkan terkesan tidak lagi bertaji. Ia bahkan menyebut KPK menjadi ayam sayur buat pemerintahan Joko Widodo.

“Integritas KPK memasuki tahun 2020 seperti tenggelam ke dasar rawa. Keganasan KPK selama ini tidak lagi terlihat. Terbukti dengan kasus yang melibatkan oknum PDI Perjuangan. KPK seperti tidak berdaya bahkan tidak berani melakukan penggeledahan di Kantor PDIP. Padahal penting demi penyelidikan,” ujarnya.

Jajang melihat, akhir-akhir ini pimpinan KPK Firli Bahuri malah seperti pejabat biasa yang bisa seenaknya ditekan oleh oknum elit. Ia mencontohkan peristiwa yang baru-baru ini terjadi, dimana Pimpinan KPK harus repot memenuhi panggilan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

“Hal ini jelas menunjukan Marwah KPK semakin tenggelam di hadapan elit politik. Berdasarkan kondisi ini, CBA merasa prihatin atas kondisi KPK yang sudah tidak lagi bertaji dan kehilangan marwah, namun masih dimanjakan oleh Joko Widodo. Seharusnya kondisi KPK saat ini harus bangkit melawan para koruptor yang ada di Pemerintahan Jokowi,” imbuhnya.

Jajang berharap KPK segera bangkit dan membuat gebrakan yang nyata.

“Misalnya. Melanjutkan pemanggilan paksa kepada wakil ketua DPR Muhaimin Iskandar atas kasusnya yang selama ini terbengkalai,” tutupnya. (OSY)

Loading...

Baca Juga