oleh

Disaksikan Kapolres Seram Bagian Barat, Warga Lumosi-Translok Sepakat Damai

SUARAMERDEKA.ID – Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Bayu Tarida Butar Butar SIK menyaksikan kesepakatan damai dua warga dusun/desa yang berselisih paham. Perselisihan tersebut mengakibatkan masing-masing satu warga dusun/desa meninggal dunia.

Penandatanganan kesepakatan damai tersebut dilakukan di aula Bhayangkara Polres Seram Bagian Barat, Jumat (18/12/2020) sekitar pukul 15.30 WIT. Kesepakatan damai tersebut dibuat antara warga Desa Lumoli dengan warga Dusun Translok Desa Eti Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku.

Kesepakatan damai tersebut dibuat pasca permasalahan yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2020. Pada peristiwa tersebut, 1 warga dusun Translok meninggal dunia dan 1 warga Desa Lumoli meninggal dunia.

Kapolres Seram Bagian Barat AKBP dalam arahannya menyatakan bersyukur atas dibuatnya kesepakatan damai. Ia menegaskan, TNI Polri tidak dapat menjaga kamtibmas tanpa peran serta masyarakat.

“Sebagai insan yang beragama, patutlah kita mengucapkan syukur atas nafas kehidupan yang masih kita miliki. Atas ijin Allah kegiatan ini dapat dilaksanakan ditengah situasi Pandemi. Selain itu, tanpa peran serta dari bapak ibu, kami Polri dan TNI tidak dapat bekerja sendiri,” kata Kapolres Seram Bagian Barat.

Bayu Tarida Butar Butar menuturkan, kemajuan sebuah daerah hanya bisa terwujud bila masyarakatnya damai. Karenanya, Kapolres Seram Bagian Barat ini berpesan agar kesepakatan damai yang akan ditandatangani diberitahukan ke warga masing-masing.

Kesepakatan damai ini dibacakan oleh tokoh pemuda Desa Lumoli Daniel Matital dan tokoh pemuda Dusun Translok Doglas Sapulette. Usai dibacakan, kesepakatan tersebut kemudian ditandatangani perwakilan warga Desa Lumoli dan Warga Dusun Translok Desa Eti, Penjabat Kades, Ketua BPD, Kadus Translok, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. Selain disaksikan Kapolres Seram Bagian Barat, turut mengetahui, Camat Seram Barat, Ketua Klasis Seram Barat, Kapolsek Piru dan Danramil Piru.

Hadir dalam Penandatanganan Kesepakatan Damai Lumoli – Translok; Kasat Serse Polres SBB IPTU Pieter F. Matahelumual, SH.MH, Kasat Bimas Polres SBB Iptu J. B. A. Bolohroy, Kapolsek Piru Iptu Idrus Mukadar, S.Hi., Kasi propam Ipda H. Nikuuluw, Paur Bag Sumda IPDA C. Mewakili Danramil Piru Pelda Asmaraman, Camat Seram Barat Ronny. Salenussa S.Pi, M.PA, Ketua Klasis Seram Barat Pdt R. Haliwela S. Th, Kabid Politik Badan Kesbangpol dan linmas Pemkab SBB F. Taihutu S.Sos.

Adapun poin – poin kesepakatan damai Lumoli – Translok sebagai berikut:

  • Kami, selaku Warga negara yang baik maka bersepakat untuk tidak melakukan tindakan dan atau perbuatan main hakim sendiri dan menyerahkan khasus yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2020, di Dusun Translok Desa Eti  kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polres SBB untuk menanganinya secara profesional, Transparan dan Akuntabel demi keadilan dan tidak akan mengintervensi penanganannya, peristiwa yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2020, adalah murni Kriminal /  tindak pidana yang dilakukan oleh individu bukan an. Nama suku, agama ras dan golongan.
  • Kami secara bersama- sama bersepakat untuk tidak mentolerir penggunaan knalpot resing/bising melintas di kedua daerah tersebut dan berhak menghubungi Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa untuk menindak pelaku penggunaan knalpot racing / bising. kami secara bersama-sama bersepakat untuk tidak mentolerir  masyarakat yang mengkonsumsi miras dan mengganggu  ketertiban umum dan berhak menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengamankan sekaligus menindak setiap orang yang kedapatan mengkonsumsi miras dan mengganggu ketertiban umum dan dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.
  • Kami meminta kepada Kepolisian dalam hal ini anggota Polres SBB yang berkediaman di Dusun Translok Desa Eti maupun di Desa Lumoli  bersama-sama warga berperan aktif menjaga stabilitas keamanan agar tercipta Kamtibmas yang kondusif serta bertanggung jawab pada keamanan kedua daerah tersebut, kami meminta kepada Polres SBB agar melakukan patroli di tempat yang biasanya masyarakat mengkonsumsi miras.
  • Kami akan menggunakan media sosial dengan lebih beretika sebagai sarana pemersatu dan bukan untuk saling menghujat, memfitnah, menyerang kehormatan orang, membuat hoax., kami mohon perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat untuk melihat masa depan anak-anak yang orang tuanya menjadi korban akibat peristiwa tanggal 12 Oktober 2020 di Dusun Translok Desa Eti yang lalu sebagai bukti kepedulian Pemerintah Daerah kepada warga masyarakat yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Kabupaten Seram Bagian Barat.
  • Kami bersepakat untuk berdamai dengan tanpa syarat apapun sebagai wujud hidup orang basudara sebagaimana filosofi “Sagu Salempeng Patah Bage Dua”, “Potong di Kuku Rasa di Daging”, “Musti Baku Keku, Jang Baku Kuku”. kami bersepakat untuk mewujudkan perdamaian dengan cara melakukan aktifitas Sosial Kemasyarakatan dan aktifitas keagamaan secara bersama-sama sebagai wujud warga yang memegang teguh Tatanan Sosial dan masyarakat yang Religius;
  • Kesepakatan damal ini dibuat atas keinginan warga Desa Lumoll dan warga Dusun Translok Desa Eti, tanpa ada paksaan dan atau tekanan dari pihak manapun juga. Setelah kesepakatan Damai ini ditandatangani, maka para perwakilan warga sebagai representative dari masyarakat Desa Lumoli dan masyarakat Dusun Translok Desa Eti, wajib meneruskan dan atau memberitahukan kepada seluruh warga untuk diketahui dan dilaksanakan.
  • Apabila dikemudian hari ternyata ada warga yang tidak mengindahkan kesepakatan Damai ini dengan membuat keonaran dan atau gangguan Kamtibmas, maka secara tegas kami nyatakan bahwa warga tersebut bertindak atas dirinya pribadi, sehingga terhadap warga tersebut dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku.
  • Demikianlah kesepakatan Damal ini dibuat untuk membuktikan bahwa warga Desa Lumoli dan warga Dusun Translok Desa Eti sudah berdamai, kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. (SMS)
Loading...

Baca Juga