oleh

Dwi Yanto: Mereka Tidak Menolak Revitalisasi Pasar dan Hanya Miskomunikasi

SUARAMERDEKA.ID – Munculnya spanduk penolakan rencana revitalisasi pasar Banyuwangi berawal dari Polemik terkait penolakan rencana revitalisasi Pasar Banyuwangi, kini mencapai titik terang setelah adanya rapat konsolidasi antara warga pasar dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di aula Kesbangpol, Jumat (4/5/2024).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banyuwangi, Drs. Dwi Yanto, menegaskan bahwa warga Pasar Banyuwangi sejak awal mendukung rencana revitalisasi pasar.

Dwi mengklarifikasi bahwa spanduk penolakan yang dipasang pada Kamis malam lalu adalah hasil dari miskomunikasi antara pemerintah dan pedagang. Dalam rapat konsolidasi di Kantor Kesbangpol Banyuwangi hari ini, warga pasar menyatakan bahwa mereka tidak menentang revitalisasi pasar.

“Revitalisasi sendiri bertujuan untuk meningkatkan perekonomian mereka. Hanya ada beberapa hal yang perlu kita komunikasikan dan libatkan bersama.” terang Dwi setelah mendengarkan aspirasi warga Pasar Banyuwangi. Jumat (3/5/2024).

Baca Juga :  Dharma Wanita Persatuan Banyuwangi Siap Bersinergi Dengan Pemkab

Lanjut Dwi, keluhan terkait rencana relokasi ke Gedung Wanita Paramitha Kencana yang dianggap kurang layak juga telah disampaikan oleh para pedagang. Namun, Dwi meminta pengertian dari pedagang terkait keterbatasan tempat relokasi dan memastikan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan masukan dari mereka.

“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya mempertahankan kinerja kota sebagai penerima Piala Adipura, dengan fokus pada pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau. Terkait revitalisasi Pasar Banyuwangi, Dwi optimis bahwa setelah dilaksanakan, akan terjadi peningkatan kesejahteraan warga Pasar Banyuwangi dengan penataan parkir dan penambahan fasilitas yang membuat pasar tersebut menjadi destinasi wisata.” tambah Dwi, sapaan akrab Dwi Yanto.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan bahwa rencana relokasi yang dijadwalkan pada 10 Mei akan dikomunikasikan kembali kepada pedagang. Dia menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan kesesuaian rencana dengan kondisi lapangan.

Baca Juga :  Kadis BPMD Muna: 35 Desa Persiapan di Kabupaten Muna Dibatalkan

“Rencana revitalisasi Pasar Banyuwangi diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga mengubah pasar tradisional ini menjadi kawasan wisata yang mengundang pengunjung untuk berwisata dan berbelanja di Pasar Banyuwangi.” tutur Nanin.

Rencana revitalisasi pasar Banyuwangi yang di lakukan dalam bulan ini, leading sektor Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan. Namun secara tehnis tetap melibatkan SKPD lain, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya, Perumahan dan Pemukiman (CKPP) dan Dinas Perhubungan, serta lainnya.(BUT).

Loading...