oleh

Gelar Malam Nuzulul Qur’an, Moksen Mahu; Al-Qur’an Harus Dimanifestasikan Dalam Kehidupan Sehari-hari

SUARAMERDEKA.ID, BULA – Pemerintah Desa Wailola, BKMT SBT dan Panitia Amalia Ramadhan masjid Darusallam menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1444 H di Masjid Darusallam kampung wailola SBT Jumat malam (7/04/2023).

Peringatan malam Nuzulul Qur’an ini juga di hadiri ketua BKMT SBT, Ny. Misa Keliobas, para pimpinan OPD, Kapolsek Bula serta seluruh jama’ah.

Dalam sambutannya kepala Desa Wailola Amin Rumabara menyampaikan sedikitnya ada 6 majelis taklim yang ada di Desa Wailola dan malam ini semua berkontribusi untuk kegiatan malam Nuzulul Qur’an.

“Terlepas dari itu diatasnya ada badan kontak majelis taklim (BKMT) SBT yang dipimpin oleh ibu Misa Keliobas lengkap dengan badan pengurus berkontribusi untuk malam Nuzulul Qur’an”. Ungkapnya Rumbara.

Dirinya juga menyampaikan bahwa pemerintah Desa Wailola mempunyai visi akan menjadikan desa Wailola sebagai desa religius dan desa lumbung Al-Qur’an.

Baca Juga :  Warga DKI Diminta Waspada Banjir, Pagi Ini Bendung Katulampau Siaga III

“Tetapi sumber daya manusia dibidang keagamaan khususnya akhlak harus ditegakkan, Oleh karena itu misi kita adalah wailola harus dijadikan desa religius dan lumbung Al-Qur’an. Sebut Rumbara.

Sementara itu ustadz Moksen Mahu S,Ag dalam tausiyahnya menyebutkan, didalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185 yang memiliki arti.

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur”.

Baca Juga :  Setelah FPB, Kini HMI Minta Pemkab Banyuwangi Batal Sewakan Pulau Tabuhan

“Jadi bicara turunnya Al-Qur’an pertama kali mengingatkan kita pada peristiwa 1.400 tahun silam yang di alami Oleh Nabi Muhammad SAW digua Hira”. Tutur Moksen.

Dirinya menyampaikan bahwa peringatan malam Nuzulul Qur’an bertujuan untuk amaliah dibulan Ramadhan dan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

“Untuk mengenang kembali peristiwa pertama kali turunnya wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW”.

Ia juga menyampaikan bahwa intinya adalah bagaimana kita bisa membaca Al-Qur’an, generasi kita membaca Al-Qur’an dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Maka yakinlah kita menjadi orang-orang bertakwa kepada Allah SWT”. Tutupnya (AMR).

Loading...