oleh

Hutang Membumbung, Salah Siapa? Opini Masrurin

Hutang Membumbung, Salah Siapa? Oleh: Masrurin, S.Sos, Pemerhati Politik Ekonomi.

Besar pasak daripada tiang, pribasaha yang pernah kita jumpai sejak dibangku sekolah. Pemasukan Negara yang tidak mencukupi memenuhi kebutuhan Negara sehingga mendorong Negara untuk mengambil langkah hutang luar nergeri.

Pemerintah berencana akan berhutang luar negeri senilai Rp 1.006 triliun. Dengan dalih penanggulangan wabah dengan dasar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (“PERPU”) No. 1 tahun 2020.

Jika gagal mendapatkan hutang sebesar itu sudah dipastikan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ambyar total. Sementara rencana cetak uang Rp 6.000 triliun dimentahkan oleh Bank Indonesia (BI) artinya rencana ini ambyar. BI ketakutan, mereka itu seperti dana haji, dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (JAMSOSTEK), dana Asabri, dana Taspen, dana perbankkan yang selama ini tertelan di dalam Surat Utang Negara (SUN) sebut peneliti AEPI Salamuddin Daeng di Jakarta. Sumber https://bisnisnews.id/detail/berita/bahaya-pemerintah-akan-tambah-utang-baru-rp1006-triliun-

Dengan berjalannya penanganan wabah di negeri ini, sehingga membuat Negara memutuskan untuk penambahan hutang luar negeri sehingga menyebabkan membumbung tinggi. Baik untuk defisit anggaran periode sebelumnya atau mengalokasikan secara efisien untuk membiayai rakyat di masa pandemi.

Dapat kita ketahui bersama bahwa hutang luar negeri di sistem kapitalis ini semakin menumpuk karena pokoknya menumpuk. Begitu pula bunga dari pinjaman tersebut. Bahkan dapat pula membawa negara kehilangan kedaulatan dan menjadi alat penjajahan ekonomi. Bagaimana tidak, Indonesia sangat terkenal dengan hasil buminya. Sehingga membuat Negara maju melirik indonesia. Kebijakan Negara berpotensi makin jauh dari pemenuhan kemaslahatan rakyat, tapi di kendalikan oleh kepentingan asing.

Baca Juga :  Yonmarhanlan XI Gelar Bakti Sosial ke Masyarakat Merauke

Bagaimana islam mengatur Negara dalam menghadapi wabah corona sehingga membuat pengeluaran Negara lebih besar dari tahun sebelumnya untuk mengurusi kepentingan rakyat.

Dari tersedianya dana baitul mal. Fungsi Baitul Mal pada hakikatnya mengelola keuangan Negara menggunakan akumulasi dana yang berasal dari berbagai penerimaan seperti zakat, kharaj, jizyah, khums, fay’, dan lain-lain. Pemanfaatannya adalah untuk melaksanakan program-program pembangunan ekonomi, sosial, pertahanan, keamanan, penyebaran fikrah Islam melalui diplomasi luar negeri dan semua program pembangunan yang menjadi kebutuhan Negara.

Sehingga secara tidak langsung dapat disimpulkan bahwa Baitul Mal pada masa pemerintahan Khalifah Umar berfungsi sebagai pelaksana kebijakan fiskal sistem Islam.

Jika masih tidak terpenuhi maka Negara Islam pun akan mengambil langkah berhutang luar negeri. Namun hutang Negara Islam tidaklah sama dengan sistem kapitalis saat ini. Dimana Islam membolehkan berhutang, namun harus sesuai tuntunan syariat Allah SWT.

Diperbolehkannya berhutang jika memang tidak ada lagi sumber yang mencukupi kebutuhan. Pertama pinjaman harus sesuai dengan kemampuan Negara untuk membayarnya dimasa mendatang.

Baca Juga :  Bisakah Presiden Terguling? Opini Asyari Usman

Kedua, hutang publik tidak boleh ada unsur riba didalamnya.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَاإِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَفَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَوَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَن تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tinggalkanlah apa yang tersisa dari riba, jika kalian adalah orang-orang yang beriman. Maka jika kalian tidak meninggalkan, maka umumkanlah perang kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka jika kalian bertaubat, maka bagi kalian adalah pokok harta kalian. Tidak berbuat dhalim lagi terdhalimi. Dan jika terdapat orang yang kesulitan, maka tundalah sampai datang kemudahan. Dan bila kalian bersedekah, maka itu baik bagi kalian, bila kalian mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 278-280).

Harus kita yakini bahwa jika kita berada di jalan yang Allah SWT ridhoi yakinlah bahwa Allah akan memberikan pertolonganNya. Oleh karenanya sangatlah jelas kita sangat membutuhkan sistem Islam yang datangnya dari Allah SW. Sehingga hutang Negara dapat terkendali dan berangsur pada harapan segera lunas. Wallahua’lam Bishowab

Loading...