oleh

Pandemi Covid-19, Sejumlah Kepala SMPN Banyuwangi Kunjungan Edukatif ke Lombok

SUARAMEDEKA.ID – Jajaran Kepala SMPN Kabupaten Banyuwangi di bawah naungan Musyawarah Kerja Kepala Semolah (MKKS) SMPN Banguwangi berencana melakukan kunjungan edukatif ke Lombok. Rencana ini menuai kontroversi karena dilakukan di masa pandemi covid-19 dengan kondisi Bumi Blambangan berstatus status merah.

Rencana ini dibenarkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, saat dikonfirmasi melalui WA, Selasa (15/9/2020) malam. Disebutkan, Rabu (16/9/2020) sejumlah Kepala Sekolah akan melakukan kunjungan edukatif ke Lombok.

 Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno,  Selasa (15/9/2020) malam dikonfirmasi melalui whattshap,  terkait akan dilakukanya jajaran kepala sekolah SMPN  di Banyuwangi yang rencana besok pagi,  Rabu (16/9/2020) melakukan kunjungan edukatif ke Lombok dalam pandemi COVID19.

“Kunjungan ke Lombok itu dilakukan kepala SMPN Banyuwangi di bawah naungan MKKS SMPN Kabupaten Banyuwangi. Dan untuk otentik kejelasan kegiatan, habis ini sampean dihubungi pihak MKKS SMPN .” kata Suratno via whattshap.

Tak berselang lama, Ketua MKKS SMPN Kabupaten Banyuwangi pun memberikan konfirmasi. Ia pun membenarkan pernyataan Plt. Kadis Pendidikan Anak perihal kunjungan edukatif ke Lombok.

“Kegiatan ini sifatnya opsional. Jadi tidak semua Kepala sekolah ikut. Karena sumber pembiayaan secara mandiri dari Kepala Sekolah masing-masing. Dan ini program MKKS secara mandiri untuk melihat cakrawala pendidikan secara lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, kunjungan edukatif itu, sekolah hanya sebagai salah satu tujuan saja.

“Bukan satu satunya. Dan ternyata organisasi PGRI mataram dan NTB menerima kita di gedung guru. Dan ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi ke yang bersangkutan,” terang Ketua MKKS SMPN Banyuwangi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya memahami bahwa saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia dam kondisi pandemi covid-19. Ditekankan, kunjungan ini bersifat sukarela tanpa tekanan dari pihak manapun.

“Kita sudah mafhum. Karena itu kita semua berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Tentu kegiatan ini tidak ada tekanan sama sekali dari Dinas Pendidikan atau Pemda. Karena memang disadari bahwa pembiayaan ini secara pribadi,” tutup Ketua MKKS SMPN Banyuwangi. (BUT)

Loading...

Baca Juga